Antananarivo(harianSIB.com)
Aksi demonstrasi besar-besaran pecah di Ibu Kota Madagaskar, Antananarivo, Kamis (25/9/2025), menuntut perbaikan layanan listrik dan air. Polisi menembakkan gas air mata serta peluru karet untuk membubarkan massa, namun kericuhan meluas hingga penjarahan dan pembakaran.
Ribuan warga, mayoritas anak muda, turun ke jalan meski sehari sebelumnya pemerintah melarang aksi. Mereka membawa poster bertuliskan tuntutan atas layanan publik dan sebagian mengibarkan bendera bajak laut Topi Jerami dari anime One Piece, simbol yang kerap dipakai gerakan muda di berbagai negara.
"Sejak pukul 10.00 kami hanya berteriak menuntut hak. Namun mereka membalas dengan peluru karet," ujar Aina (20), seorang mahasiswa. Ia menyebut warga mengalami pemadaman listrik rata-rata 12 jam per hari.
Kericuhan makin meluas. Massa membakar rumah seorang senator yang baru diangkat Presiden Andry Rajoelina, lalu merusak rumah anggota parlemen lain. Sejumlah bank dan toko juga menjadi sasaran penjarahan. Pemerintah menetapkan jam malam mulai Kamis malam hingga Jumat (26/9/2025) pukul 05.00, serta menutup sekolah-sekolah di ibu kota.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Siantar, Pohon Tumbang dan Listrik Padam "Sayangnya, ada individu yang memanfaatkan situasi ini untuk menghancurkan properti orang lain," kata Jenderal Angelo Ravelonarivo, pimpinan badan keamanan gabungan, seperti dilansir Al Jazeera. Ia menegaskan
jam malam diberlakukan untuk melindungi warga dan akan terus diterapkan hingga situasi pulih.
Krisis politik dan ekonomi berkepanjangan dituding menjadi akar masalah. Rajoelina, yang kembali terpilih tahun lalu untuk periode ketiga, dinilai gagal membawa perubahan berarti. Data Bank Dunia mencatat 75 persen dari 30 juta penduduk Madagaskar hidup di bawah garis kemiskinan pada 2022.(**)