Tel Aviv(harianSIB.com)
Harapan warga Gaza atas gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mendadak terguncang. Militer Israel menuding Hamas melakukan rekayasa jenazah sandera dalam sebuah insiden yang terekam drone di langit Gaza, memicu ketegangan baru antara kedua pihak.
Dalam rekaman yang dirilis militer Israel, tampak tiga orang mengubur benda terbungkus kain putih, lalu berpura-pura "menemukannya" di hadapan tim Palang Merah. Israel menilai peristiwa itu sebagai "sandiwara jenazah" yang disebut sebagai akal-bulus Hamas untuk menipu dunia internasional.
Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, menjelaskan bahwa jenazah tersebut diduga merupakan bagian dari sisa jasad Ofir Tzarfati, sandera Israel yang tewas dua tahun lalu. "Hamas menggali lubang, menempatkan sebagian jenazah Ofir di dalamnya, menutupnya kembali, lalu menyerahkannya kepada Palang Merah," kata Bedrosian, Rabu (30/10/2025).
Pemerintah Israel mengecam keras tindakan itu dan menyebutnya sebagai bentuk penodaan jenazah serta pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera menggelar rapat keamanan dan memerintahkan militer untuk melancarkan "serangan dahsyat" ke Jalur Gaza.
Baca Juga: Indosat Catat Laba Rp1,32 Triliun di Kuartal III-2025, Trafik Data Sumut Tumbuh Tertinggi Sementara itu,
Hamas membantah tudingan tersebut. Melalui juru bicara Hazem Qassem,
Hamas menilai
Israel hanya mencari alasan untuk kembali menyerang
Gaza. "Israel berbohong untuk menjustifikasi agresi baru. Kami tetap berkomitmen pada gencatan senjata," tegasnya.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) juga menepis dugaan adanya rekayasa dalam proses penyerahan jenazah. ICRC menyebut seluruh prosedur dilakukan dengan itikad baik sesuai mandat kemanusiaan.