Kabul (SIB)- Lima warga Pakistan ditangkap di Afghanistan terkait pembantaian massal yang menewaskan lebih dari 100 siswa sekolah di Peshawar. Militan Taliban telah mengklaim bertanggung jawab atas pembantaian keji tersebut. Kelima pria asal Pakistan ini ditahan sejak pekan lalu, setelah pemerintah Pakistan mengirimkan daftar tersangka kepada otoritas keamanan di Afghanistan yang merupakan negara tetangganya.Belum diketahui apakah kelima pria ini merupakan anggota Taliban di Pakistan. Demikian disampaikan sejumlah pejabat dari kedua negara yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Reuters, Senin (19/1). Dalam tragedi yang terjadi pada 16 Desember 2014 lalu, sekelompok pria bersenjata melepas tembakan di dalam sekolah yang dikelola militer di Peshawar dan menewaskan sekitar 150 orang. "Kami menyelidiki apakah kelima orang yang ditahan ini memang tersangka yang dicari Pakistan," tutur salah satu pejabat Afghanistan kepada Reuters.Militan Taliban di Pakistan sebenarnya terpisah dari militan Taliban di Afghanistan. Namun keduanya sama-sama memiliki tujuan untuk melengserkan pemerintahan masing-masing dan memberlakukan hukum syariat Islam di wilayahnya. Sementara itu, salah satu pejabat Pakistan menyebut ada sekitar 20-25 orang yang ditangkap di Pakistan terkait pembantaian sekolah tersebut, namun beberapa telah dilepaskan. Pejabat Pakistan lainnya menyatakan, perundingan kedua negara tengah dilakukan untuk membahas pemindahan kelima tersangka dari Afghanistan ke Pakistan. 600 Orang DitangkapLebih dari 600 orang telah ditangkap dalam operasi penggerebekan polisi di wilayah konflik Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Di antara mereka termasuk 125 imigran ilegal Afghanistan. Dalam operasi ini, polisi juga menyita senjata dan amunisi dalam jumlah besar. Operasi ini dilancarkan sebagai bagian dari upaya memerangi terorisme dan memperbaiki keamanan di wilayah tersebut.Dalam operasi ini, aparat kepolisian Khyber Pakhtunkhwa melakukan pencarian dan penyerangan terhadap para penjahat dan teroris di sejumlah lokasi di provinsi tersebut. Total 604 orang, termasuk 125 imigran ilegal Afghan ditangkap dalam operasi selama dua hari terakhir itu. Demikian disampaikan kepolisian setempat seperti dilansir NDTV, Senin (19/1). Polisi juga menemukan 113 senjata api dan 3.034 butir peluru.Pemerintahan Khyber Pakhtunkhwa telah meningkatkan pengamanan setelah kelompok teroris Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) melakukan serangan brutal di sekolah yang dikelola militer Pakistan, Army Public School di kota Peshawar pada 16 Desember 2014 lalu. Sekitar 150 orang tewas, nyaris seluruhnya anak-anak sekolah dalam peristiwa pembantaian tersebut. Serangan PesawatPesawat tak berawak Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap para militan di Pakistan. Lima militan dilaporkan tewas dalam serangan udara di wilayah kesukuan North Waziristan. Menurut pejabat-pejabat keamanan Pakistan, serangan itu menargetkan basis Taliban di North Waziristan, satu dari tujuh distrik kesukuan semi-otonomi yang berbatasan dengan Afghanistan.North Waziristan merupakan wilayah yang telah menjadi pusat bagi para militan Al-Qaeda dan Taliban sejak awal tahun 2000-an. "Satu pesawat tak berawak AS melepaskan dua rudal ke basis di Shahi Khel, kawasan Shawal, yang menewaskan lima teroris," ujar seorang pejabat keamanan senior Pakistan seperti dilansir AFP, Senin (19/1). Seorang pejabat keamanan lainnya mengkonfirmasi serangan tersebut dan jumlah korban jiwa. Wilayah yang menjadi target serangan tersebut, pada umumnya tertutup untuk para jurnalis, sehingga sulit untuk memverifikasi secara independen jumlah dan identitas korban yang tewas.Meningkatnya serangan-serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan belakangan ini, menimbulkan spekulasi bahwa Washington dan Islamabad mengkoordinasikan upaya-upaya militer mereka. Namun pejabat-pejabat Pakistan menyebut serangan udara AS tersebut sebagai pelanggaran atas kedaulatan negara. (AFP/Rtr/dtc/q)