Jakarta (harianSIB.com)
Kekerasan kembali meletus di ibu kota Bangladesh, Dhaka, pada Jumat pagi (19/12/2025). Ribuan demonstran turun ke jalan menyusul kematian Sharif Osman Hadi, pemimpin pemuda pro-demokrasi yang sebelumnya terluka dalam upaya pembunuhan dan dirawat di Singapura.
Hadi, 32 tahun, dikenal sebagai tokoh kunci dalam penggulingan pemerintahan otokratis Perdana Menteri Sheikh Hasina pada 2024. Hasina kini mengungsi ke India. Hadi berencana mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen Februari 2026, sebelum akhirnya ditembak pada 12 Desember di depan sebuah masjid di Dhaka.
Usai penembakan, Hadi diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan intensif. Namun, pada Kamis, ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka-lukanya. Kematian ini memicu gelombang kemarahan publik dan aksi protes besar-besaran di berbagai penjuru Dhaka, dengan tuntutan agar pelaku segera ditangkap.
Bentrokan pun pecah di sejumlah titik. Sedikitnya tiga kebakaran dilaporkan, termasuk di gedung dua surat kabar terbesar Bangladesh. Para pengunjuk rasa menuduh media bersekutu dengan India negara tempat Sheikh Hasina kini berlindung.
Baca Juga: Mantan PM Bangladesh Hasina Divonis Mati atas Dakwaan Kejahatan Kemanusiaan Ratusan
demonstran juga mengepung kediaman wakil duta besar India, memaksa polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Aksi protes meluas dengan pemblokiran jalan utama menuju ibu kota, penyerangan rumah mantan menteri di Chittagong, serta penargetan pusat kebudayaan
Chhayanaut di
Dhaka. Kota yang biasanya ramai berubah menjadi medan protes yang kacau.
Pemerintah sementara yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus mengonfirmasi kematian Hadi.