Jakarta(harianSIB.com)
Perjanjian pengendalian senjata nuklir Amerika Serikat dan Rusia, New START (Strategic Arms Reduction Treaty), resmi berakhir pada pekan lalu, menandai berakhirnya lebih dari setengah abad pembatasan senjata nuklir strategis kedua negara.
Berakhirnya perjanjian ini membuka peluang bagi Washington dan Moskow untuk menambah jumlah hulu ledak nuklir, yang dikhawatirkan memicu perlombaan senjata baru di tingkat global.
Menanggapi hal tersebut, mengutip CNNIndonesia, Kementerian Luar Negeri China menyampaikan penyesalan dan mendesak Amerika Serikat segera membuka kembali dialog stabilitas strategis dengan Rusia.
Juru bicara Kemlu China, Lin Jian, menyebut New START memiliki arti penting bagi stabilitas strategis global. China juga menyerukan AS agar merespons niat dialog Rusia secara positif.
Baca Juga: Heboh! Trump Tolak Minta Maaf Usai Video Rasis Obama Gegerkan AS Sementara itu, Beijing menegaskan tetap berpegang pada strategi nuklir defensif, kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu, serta menjaga kekuatan nuklirnya pada tingkat minimum yang diperlukan untuk keamanan nasional.(*)