Jakarta(harianSIB.com)
Di tengah meningkatnya persaingan teknologi global, peneliti Tiongkok mengklaim telah mengembangkan perangkat berteknologi tinggi yang dirancang untuk menetralisir satelit Starlink milik Elon Musk.
Klaim ini muncul setelah Musk sebelumnya menyebut upaya menonaktifkan ribuan satelit di orbit rendah Bumi sebagai hal yang hampir mustahil karena membutuhkan sumber daya sangat besar dan peluncuran satelit baru bisa dilakukan lebih cepat.
Tim ilmuwan dari Northwest Institute of Nuclear Technology di Xian memperkenalkan alat bernama TPG1000Cs, yang disebut sebagai senjata gelombang mikro berdaya tinggi berukuran relatif kecil.
Media Tiongkok, melansir CNBC Indonesia melaporkan perangkat ini mampu menghasilkan daya hingga 20 gigawatt selama hampir satu menit, tingkat energi yang dinilai berpotensi mengganggu bahkan merusak satelit di orbit rendah jika digunakan dari darat.
Baca Juga: Myanmar Gerebek Markas Online Scam, Sita Perangkat Starlink Elon Musk Pengembangan teknologi tersebut disebut sebagai bagian dari kekhawatiran Beijing terhadap peran jaringan Starlink dalam aspek keamanan, termasuk kemungkinan dukungan militer Amerika Serikat di kawasan seperti Selat Taiwan.
Seiring kemajuan senjata energi terarah, persaingan di ruang angkasa pun dinilai semakin intens, sementara dampak nyata dari klaim ini terhadap keamanan global masih menunggu pembuktian lebih lanjut.(*)
Editor
: Robert Banjarnahor