Jakarta(harianSIB.com)
India resmi bergabung dalam kerangka kerja sama teknologi yang dipimpin Amerika Serikat bernama Pax Silica. Langkah ini menandai babak baru persaingan global di sektor semikonduktor dan manufaktur canggih, sekaligus mempertegas upaya sekutu Washington menyeimbangkan dominasi China.
Keikutsertaan India dikukuhkan melalui penandatanganan Pax Silica Declaration pada 20 Februari 2026 dalam ajang India AI Impact Summit 2026 di New Delhi. Dengan bergabungnya India, blok ini kini mencakup Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Israel.
Pax Silica difokuskan pada desain dan fabrikasi semikonduktor, riset teknologi mutakhir, serta penguatan rantai pasok global agar lebih aman dan tangguh. Kerja sama ini dinilai sebagai respons kolektif negara-negara demokrasi di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik Washington–Beijing.
Duta Besar AS Sergio Gor dikutip dari APNews, Senin (23/2/2026) dan melansir CNBC Indonesia menegaskan, masuknya India bersifat strategis dan esensial. Hubungan kedua negara juga menghangat setelah Presiden AS Donald Trump menurunkan tarif impor India, menyusul kesepakatan Perdana Menteri Narendra Modi menghentikan impor minyak mentah Rusia.
Baca Juga: Era Baru Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat Pada Pemerintahan Presiden Prabowo Bagi Washington,
India diposisikan sebagai mitra kunci di Indo-Pasifik. Sementara bagi New Delhi, keanggotaan ini membuka peluang memperkuat industri chip domestik dan memperbesar peran dalam rantai pasok global di tengah kompetisi teknologi abad ke-21.(*)