Jakarta (harianSIB.com)
Pasca media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu (1/3/2026), peta politik Timur Tengah mengalami guncangan hebat.
Khamenei dilaporkan tewas di kantornya akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam jantung ibu kota Teheran.
Menanggapi peristiwa bersejarah tersebut, putra mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, mengeluarkan pernyataan keras yang menyebut insiden ini sebagai titik akhir dari Negara Islam Iran.
Baca Juga: KBRI Manama Benarkan Serangan di Pangkalan AS Bahrain, WNI Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Pahlavi menilai struktur pemerintahan Republik Islam telah runtuh secara fungsional seiring hilangnya sang pemimpin tertinggi.
Melalui pernyataan resmi di akun media sosialnya, putra dari Shah terakhir Iran ini menegaskan bahwa suksesi kepemimpinan yang sedang diupayakan rezim tidak akan memiliki keabsahan.