Madagaskar(harianSIB.com)
Presiden Madagaskar Michael Randrianirina membuat gebrakan kontroversial dengan mewajibkan seluruh calon menteri baru untuk menjalani tes detektor kebohongan atau poligraf. Langkah ekstrem itu diambil guna memberantas kandidat korup setelah dirinya membubarkan kabinet tanpa penjelasan pada awal bulan ini.
Randrianirina naik takhta melalui kudeta pada Oktober tahun lalu setelah berminggu-minggu protes besar-besaran yang dipimpin anak muda di bawah bendera "Gen Z Madagascar". Namun, para pemuda tersebut dengan cepat merasa kecewa dengan pilihan pejabat pemerintahannya yang dianggap sebagai bagian dari elite lama yang korup.
"Kami telah memutuskan untuk menggunakan poligraf. Dengan poligraf inilah pemeriksaan integritas latar belakang akan dilakukan," tegas Randrianirina kepada media lokal pada Kamis (20/03/2026).
Randrianirina mengatakan bahwa kabinet baru akan diumumkan pada awal minggu depan. Dirinya bersikeras bahwa metode ini adalah jalan satu-satunya untuk menyaring integritas para pembantunya di pemerintahan mendatang.
Baca Juga: Arus Balik, Penyeberangan di Pelabuhan Kapal Ferry Jurusan Tigaras-Simanindo Ramai Lancar "Kami akan tahu siapa yang korup dan siapa yang bisa membantu kami, siapa yang akan mengkhianati perjuangan kaum muda," ujar Randrianirina dikutip dari CNBC Indonesia.
Aksi protes pemuda Madagaskar sendiri dimulai pada September tahun lalu, yang awalnya dipicu oleh pemadaman listrik dan air, hingga kemudian menuntut perombakan total sistem politik. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat setidaknya 22 orang tewas dalam hari-hari pertama protes tersebut.