Presiden Obama Memulai Lawatan ke India

- Senin, 26 Januari 2015 14:51 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/01/hariansib_Presiden-Obama-Memulai-Lawatan-ke-India.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/AP Photo
PELUK OBAMA: PM India Narendra Modi memeluk Presiden AS Barack Obama setelah tiba di Palam Air Force Station di New Delhi, India, Minggu (25/1). Kunjungan Presiden Obama ini menjadi penting dalam rangka peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua n
New Delhi (SIB)- Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, memulai kunjungan kerjanya ke India dalam rangka mempererat hubungan kedua negara. “Saya ingin India menjadi negara partner AS yang penting dalam situasi global yang sangat cepat seperti sekarang,” ujar Presiden Obama, seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (25/1). Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi beserta istrinya menyambut kedatangan Presiden Obama di Bandara Palam Air Force, New Delhi, India. Obama dan Modi membicarakan perubahan iklim, hubungan pertahanan dan ekonomi. “Ini suatu penyambutan terhormat. Kami sangat gembira dengan keramahtamahan India,” ungkap Obama setelah meninjau pasukan pengawal kehormatan di Rashtrapati Bhavan, istana kepresidenan.Kunjungan Presiden Obama ini menjadi penting dalam rangka peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara. Selain itu, kedua pemimpin negara ini akan membicarakan nasib Pakistan di masa depan. Mengingat sempat terjadi kontak senjata antara India dan Pakistan di wilayah Khasmir. AS masih membutuhkan Pakistan untuk perang melawan kelompok teroris khususnya Al Qaeda dan Taliban.Dalam wawancara menjelang kedatangannya, Obama memuji kebangkitan "luar biasa" dari Modi (64), anak seorang penjual teh yang terpilih menjadi pemimpin India pada tahun lalu melalui demokrasi terbesar di dunia.Namun Obama akan mempersingkat kunjungannya di India. Dari India, Obama akan bergegas ke Arab Saudi untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Raja Abdullah. Informasi tersebut awalnya disampaikan oleh media India yang kemudian dikonfirmasi oleh otoritas India. Sedangkan Gedung Putih sendiri juga telah membenarkan bahwa Obama akan bertolak ke Riyadh, untuk menemui Raja Salman.Dengan adanya keputusan mempersingkat kunjungan di India, maka Obama akan membatalkan kunjungan ke Taj Mahal yang telah direncanakan sebelumnya. Padahal ratusan petugas kebersihan telah dikerahkan untuk membersihkan mausoleum abad ke-17 tersebut, sebagai persiapan menyambut kedatangan Obama yang didampingi istrinya Michelle Obama. Awalnya media setempat, Hindustan Times memberitakan Obama yang mempersingkat kunjungannya di India karena hendak bertemu Raja Salman di Saudi. Laporan tersebut dibenarkan oleh otoritas setempat."Kunjungan Obama (ke Taj Mahal) telah dibatalkan. Tidak ada alasan khusus yang disampaikan kepada kami, tapi diyakini perubahan rezim di Arab Saudi mungkin menjadi salah satu alasannya," ucap Pradeep Bhatnagar selaku pejabat administrasi setempat kepada AFP.Sebelumnya, AS akan mengirimkan Wakil Presiden Joe Biden untuk menemui Raja Salman di Saudi guna menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Raja Abdullah. Dengan adanya kepastian bahwa Obama yang akan menemui Raja Salman, maka Wapres Biden akan tetap berada di Washington. Hubungan antara Amerika dan India mulai membaik sejak Modi berkuasa Mei silam. Keduanya pertama kali bertemu di Washington tahun lalu. Hangatnya hubungan kedua negara merupakan suatu kejuatan mengingar sejarah hubungan Modi dengan Amerika. Washington pernah tidak memberikan visa kepada Modi pada 2005, tiga tahun setelah pecahnya kerusuhan keagamaan yang menewaskan lebih dari 1.000 umat Muslim di Gujarat. “Saya kira Modi mengejutkan semua orang dengan merangkul Amerika,” ujar Milan Vaishnav, pakar mengenai Asia Selatan di Carnegie Endowment for International Peace. (Detikcom/AP/R15/i)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Tambahan Korban Terungkap, Anggota DPR RI Kawal Orang Tua Buat Laporan ke Polres Asahan

Luar Negeri

Polda Sumut Jamin Keamanan Warga Rayakan Imlek

Luar Negeri

Libur Imlek 2026, Objek Wisata Danau Toba di Sirukkungan Ramai Pengunjung

Luar Negeri

Tahun Baru Imlek 2026 Shio Kuda Api Ekonomi Akan Pulih Jika Cepat, Kuat dan Gesit Seperti Kuda

Luar Negeri

Puluhan Gepeng di Pematangsiantar Padati Pintu Masuk Vihara Berebut Angpau

Luar Negeri

Dua Truk Tabrakan di Tikungan Cindelaras Sibolangit, Dua Sopir Terluka