Es di Antartika Meleleh, Permukaan Air Laut Berpotensi Naik 6 Meter

- Selasa, 27 Januari 2015 12:57 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Australia (SIB)- Ilmuwan Australia mengungkapkan, air laut yang hangat melelehkan salah satu gletser (bongkahan es) terbesar di dunia, berpotensi menyebabkan kenaikan permukaan air laut setinggi 6 meter. Kapal pemecah es asal Australia, Aurora Australis, baru saja kembali ke Hobart dari Antartika, membawa satu tim berisi 23 ilmuwan yang telah menggunakan teknologi baru untuk mengumpulkan sampel air di dekat gletser ‘Totten &rsquo.Dengan luas 538.000 kilometer persegi, gletser ‘Totten &rsquo berukuran dua kali lipat dari luas negara bagian Victoria. Steve Rintoul dari Pusat Kerjasama Penelitian Iklim dan Lingkungan Australia mengatakan, hasil temuan menunjukkan gletser ‘Totten &rsquo sedang meleleh karena air laut di bawahnya. "Hasil pengukuran yang kami lakukan memberi bukti utama bahwa air laut yang hangat telah mencapai gletser dan bisa mendorong pencairan gletser dari bawah," katanya.Gletser ‘Totten &rsquo mengandung air yang cukup untuk menaikkan permukaan laut setinggi 6 meter. Para ilmuwan mengatakan, gletser itu telah menipis selama 15 tahun terakhir. "Kami dulu berpikir gletser di Antartika timur kemungkinan tidak akan terpengaruh oleh laut karena mereka sangat jauh dari air laut yang hangat," jelasnya.Ia lantas mengungkapkan, "Fakta bahwa hal itu berubah adalah sesuatu yang baru, kami terbiasa berpikir bahwa gletser di timur Antartika sangat stabil dan tak mungkin berubah." Namun ia menyebut, masih terlalu dini untuk mengatakan apakah gletser itu mencair sebagai akibat dari perubahan iklim global. "Apa yang tak bisa disampaikan dari pengamatan kami adalah bagaimana hal itu berubah dari waktu ke waktu, karena ini adalah pertama kalinya pihak manapun telah membuat pengukuran di daerah ini," katanya. "Pengukuran yang kami lakukan di sini sangat penting untuk menetapkan patokan yang dapat digunakan untuk menilai perubahan di masa depan," tambahnya.Tony Worby, dari pusat penelitian yang sama dengan Steve, mengatakan, studi ini adalah sebuah terobosan. "Tak ada kapal yang pernah mencapai lokasi yang ditembus Aurora Australis, kapal ini berhasil melewati bagian depan gletser ‘Totten &rsquo," utaranya. Ia menerangkan, "Selama satu atau dua tahun berikutnya, kami akan memproses semua data itu dan memperkirakan bagaimana air laut yang hangat mempengaruhi gletser." Hasil dari ekspedisi ini akan digunakan sebagai patokan untuk perjalanan di tahun depan. (ABCAustralia/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Tambahan Korban Terungkap, Anggota DPR RI Kawal Orang Tua Buat Laporan ke Polres Asahan

Luar Negeri

Polda Sumut Jamin Keamanan Warga Rayakan Imlek

Luar Negeri

Libur Imlek 2026, Objek Wisata Danau Toba di Sirukkungan Ramai Pengunjung

Luar Negeri

Tahun Baru Imlek 2026 Shio Kuda Api Ekonomi Akan Pulih Jika Cepat, Kuat dan Gesit Seperti Kuda

Luar Negeri

Puluhan Gepeng di Pematangsiantar Padati Pintu Masuk Vihara Berebut Angpau

Luar Negeri

Dua Truk Tabrakan di Tikungan Cindelaras Sibolangit, Dua Sopir Terluka