Islamabad (SIB)- Para guru di Pakistan kini mendapat pelatihan senjata pascapembantaian Taliban yang menewaskan 150 orang terutama siswa sekolah. Nantinya, para guru akan diperbolehkan membawa senjata ke dalam ruang kelas. Langkah ini merupakan upaya peningkatan keamanan pasca serangan brutal Taliban di sekolah militer di Peshawar pada Desember 2014 lalu. Dari 150 korban tewas, sebanyak 132 orang di antaranya merupakan siswa sekolah tersebut."Membawa senjata api bagi setiap guru bukanlah keharusan, tapi bagi guru yang ingin membawa senjata api ke sekolah akan disediakan dengan izin," tutur Menteri Pendidikan Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Atif Khan kepada AFP, Rabu (28/1).Secara terpisah, Menteri Informasi Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Mushtaq Ghani membenarkan hal tersebut. Ghani menambahkan, langkah tersebut karena otoritas provinsi tidak mampu menyediakan pengawalan polisi bagi seluruh sekolah yang dikelola pemerintah."Jumlah polisi di provinsi ini tidak cukup untuk mengawasi 35 ribu sekolah, kampus dan universitas -- itulah mengapa kami mengizinkan para guru untuk membawa senjata api," ujar Ghani kepada AFP. Otoritas setempat telah mulai melatih para guru soal bagaimana menggunakan senjata sejak pekan lalu. Para guru wanita kini mulai mempelajari tali-temali."Ini merupakan pelatihan selama dua hari. Kami melatih mereka untuk menggunakan senjata dan juga prosedur menggunakannya," ucap seorang instruktur senjata api dari markas kepolisian Peshawar, Mohammad Latif. (Detikcom)