Militan Bantai Warga, Pemerintah Suriah Kritik Sikap Diam Internasional

- Selasa, 11 Februari 2014 18:28 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Damaskus (SIB)- Para militan di Suriah telah merebut dan menguasai sebuah desa di provinsi Hama. Mereka dilaporkan telah membantai sejumlah orang di desa tersebut.Organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, menyatakan, para militan menewaskan 25 pejuang pro-pemerintah di desa Maan tersebut. Namun menurut pejabat-pejabat pemerintah Suriah, para korban pembantaian yang dilakukan para militan itu kebanyakan adalah anak-anak dan wanita. "Pembantaian ini bukan yang pertama kali," kata Menteri Urusan Sosial Kinda al-Shamat seperti dilansir Press TV, Senin (10/2). Ditambahkannya, serangan-serangan serupa telah terjadi beberapa kali selama konflik Suriah yang telah berlangsung hampir 3 tahun.Shamat pun mengkritik sikap diam organisasi-organisasi internasional atas pembantaian itu."Sayangnya, kami tidak mendengar kecaman apapun dari organisasi-organisasi internasional atas pembantaian yang terjadi di desa-desa tersebut," cetus Shamat.Hasil studi pertahanan Inggris belum lama ini menunjukkan, sekitar 100 ribu militan tengah berperang di Suriah melawan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Para militan tersebut terbagi-bagi ke dalam sekitar 1.000 kelompok berbeda.Menurut studi yang dilakukan konsultan pertahanan IHS Jane tersebut, sekitar 10 ribu militan berjuang untuk kelompok-kelompok yang terkait al-Qaeda dan sisanya berjuang untuk kelompok-kelompok militan yang berbeda. Menurut analisis yang dirilis 16 September 2013 itu, banyak ekstremis dari negara-negara asing saat ini aktif di Suriah.Suriah telah dilanda pergolakan sejak Maret 2011. Sejumlah negara Barat dan sekutu-sekutu regional mereka, khususnya Qatar, Arab Saudi dan Turki dilaporkan mendukung para militan yang beroperasi di wilayah Suriah. Sesuai catatan badan PBB, lebih dari 100 ribu orang telah tewas selama konflik Suriah berlangsung.(Press TV/DTC/W)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Kombat Sumut "Tebar" 100 Kader Militan di Langkat Lindungi Pelajar Korban Perundungan

Luar Negeri

DPW Kombat Sumut Gerak Cepat Dalam 4 Bulan Terbentuk di 24 Kabupaten/Kota

Luar Negeri

Balas Trump, Houthi Serang Kapal Induk AS

Luar Negeri

AS Serang Bandara Hingga Pelabuhan Milik Militan Houthi

Luar Negeri

Yahya Sinwar Pemimpin Baru Hamas, Dijuluki Orang Mati Berjalan

Luar Negeri

Israel Serang Pelabuhan di Yaman, Houthi Ancam Balas