Terus Berkeliaran, Macan Betina Bunuh 10 Warga India

- Rabu, 12 Februari 2014 17:32 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib_Terus-Berkeliaran--Macan-Betina-Bunuh-10-Warga-India.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/int
Ilustrasi
New Delhi (SIB)- Seekor macan di India terus berkeliaran dan menebar teror bagi warga. Macan ini sudah merenggut 10 nyawa warga dalam 6 minggu terakhir. Warga terus berusaha menangkap macan betina yang diyakini berhasil kabur dari Jim Corbett National Park yang merupakan taman nasional tertua di India. Taman nasional tersebut didirikan sejak tahun 1936 untuk menjadi penangkaran macan Bengal yang langka.Warga dengan dibantu pemburu memasang perangkap yang menggunakan anak lembu hidup sebagai umpan, untuk menangkap macan tersebut. Namun upaya tersebut gagal dan malah memakan korban baru. Demikian seperti dilansir news.com.au, Selasa (11/2/2014). Korban terakhir yang dimangsa kucing raksasa tersebut merupakan seorang pria berusia 50 tahun yang sedang mengumpulkan kayu bakar di hutan dekat desa Kalgarh, Uttarakhand pada Minggu (9/2) malam. Wakil Direktur Taman Nasional tersebut, Saket Badola menuturkan, macan tersebut menggigit bagian kaki dan perut korban, sebelum akhirnya kabur setelah diusir warga dengan menggunakan sekop dan tongkat logam.Sekelompok pemburu nyaris berhasil menangkap macan tersebut sehari sebelum dia menyerang korban terakhir. "Pada Sabtu (8/2) malam, macan tersebut nyaris masuk perangkap dan mendekati umpan. Tapi dia tidak menyerang umpan tersebut dan pergi begitu saja," terang Badola. Kabar lepasnya macan ini dari taman nasional mulai beredar pada 29 Desember 2013 lalu. Saat itu, seorang pria tua berusia 65 tahun diserang si macan di distrik Sambhal, Uttar Pradesh. Sejak saat itu, ribuan warga desa menjadi ketakutan dan diminta waspada atas keberadaan macan tersebut serta diminta menghindari hutan.Sejauh ini, macan tersebut sudah berkeliaran sejauh 130 km. "Binatang ini mulai menyerang manusia karena dia tidak mendapat mangsa alami. Macan ini seharusnya sudah mulai lelah karena dia tidak bisa istirahat dengan baik," terang Kepala Pengawas Satwa Liar Wilayah Uttar Pradesh, Rupek De.Rupek De menjelaskan, tim pemburu yang dipekerjakan untuk memburu macan tersebut mengalami kesulitan untuk melacak keberadaan macan tersebut di pedalaman hutan. Tim yang dipekerjakan juga kekurangan personel karena dari enam pemburu hanya tiga orang yang bekerja.Macan liar di wilayah India banyak yang terancam punah karena maraknya perburuan liar dan semakin menyusutnya habitat mereka akibat berkembang pesatnya pertumbuhan penduduk. Saat ini diperkirakan hanya ada lebih dari separuh 3.200 ekor macan yang hidup di alam liar. Sementara puluhan macan tinggal di pusat penangkaran dan jumlahnya terus menyusut. (detikcom/h)

Berita Terkait

Luar Negeri

HUT ke-42 Punguan Manik Tebingtinggi Ajak Rajut Kebersamaan dan Pererat Persaudaraan

Luar Negeri

Satu Tahun Berjalan, Program CKG di Kota Medan Capai 96 Persen Sekolah

Luar Negeri

Dinkes Sumut: Anggaran Rp2,7 M untuk Bus Klinik Lapangan, Bukan LC 300 GR Sport

Luar Negeri

Sertifikat Lahan Transmigran Kalsel Dipulihkan, Komisi II: Usut Tuntas Oknum yang Terlibat Penghapusan Tanah

Luar Negeri

Menohok, Anggota DPR Sebut Pernyataan Jokowi soal UU KPK Tak Tepat

Luar Negeri

Usut Dugaan Suap Impor, KPK Buka Kemungkinan Pemanggilan Gito Huang