Pertama Dalam 65 Tahun, China - Taiwan Gelar Pertemuan Resmi

- Rabu, 12 Februari 2014 17:46 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib_Pertama-Dalam-65-Tahun--China---Taiwan-Gelar-Pertemuan-Resmi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
AP Photo/Alexander F. Yuan
Ketua Dewan Urusan Taiwan Daratan, Wang Yu Chi (kiri) berjabat tangan dengan Direktur Kantor Urusan China Taiwan, Zhang Zhijun, sebelum keduanya menggelar pertemuan tingkat tinggi pertama kedua negara dalam 65 tahun di Nanjing, Selasa (11/2/2014)
Nanjing (SIB)- China dan Taiwan mengadakan pembicaraan tingkat tinggi, Selasa (11/2/2014) waktu setempat. Pembicaraan ini adalah yang pertama kalinya untuk kedua negara selama kurun 65 tahun. Kedua negara mengadakan pembicaraan resmi yang bersejarah karena selama ini mereka bersaing sengit.Pemerintahan Taiwan lewat Menteri Urusan China Daratan, Wang Yu Chi, bertemu Menteri RRC untuk Hubungan dengan Taiwan, Zhang Zhijun, dalam acara hingga 14 Februari mendatang. Pertemuan diadakan di Nanjing bagian timur China.Dipilihnya Kota Nanjing sebagai lokasi pertemuan karena kota tersebut adalah ibukota di masa pemerintahan Nasionalis pimpinan Chiang Kai-sek selama perang melawan Komunis pimpinan Mao Zedong sebelum Nasionalis akhirnya melarikan diri ke Taiwan. Kota Najing juga merupakan lokasi pemakaman pendiri republik China, Sun Yat-sen. Sejauh ini belum diketahui agenda dari pertemuan itu, namun diperkirakan keduanya akan membicarakan isu perdagangan. Beijing menginginkan Taiwan meratifikasi perjanjian di mana kedua pihak membuka jalur perdagangan seluas-luasnya kepada pengusaha China dan Taiwan untuk berinvestasiPertemuan ini diharapkan bisa menormalisasi hubungan bilateral mereka sejak terpisah pada 1949 usai perang sipil silam. "Tujuan utama saya ke China daratan adalah untuk mempromosikan saling kesepahaman antara kedua pihak. Ini akan berdampak krusial pada institisionalisasi ikatan kedua belah pihak," kata Wang sebelum berangkat ke China. Pemerintah Taiwan mengatakan bahwa agenda mereka dalam pertemuan itu menawarkan dibukanya perwakilan permanen di kedua negara. Selain itu, Taiwan juga akan membicarakan kebebasan pers di China setelah pemerintah Beijing menolak akreditasi beberapa media asing."Kebebasan Pers adalah nilai universal. Kami berulang kali mengatakan bahwa hal yang terpenting dari pertukaran berita kedua pihak adalah adanya aliran informasi yang bebas dan adil," ujar pernyataan Dewan Urusan China Daratan Taiwan.Pada 65 tahun silam, 2.000 pendukung pemimpin nasionalis, Chiang Kai Shek memilih melarikan diri ke Taiwan, dengan nama resmi Republik China, setelah kalah perang dari pihak komunis pimpinan Mao Zedong. Semenjak itu, pulau Taiwan dan China daratan diperintah secara terpisah. Kedua pihak mengklaim dirinya sebagai pemerintahan China yang sah. Mereka pernah menjalin kontak pada dekade 1990-an lewat organisasi semi resmi.Kebanyakan negara, termasuk Indonesia dan  Amerika Serikat tidak secara formal mengakui Taiwan sebagai negara merdeka. Kebijakan satu China memaksa banyak negara tidak mengakui Taiwan. Akibatnya, Taiwan tidak memiliki Kedutaan Besar, hanya perwakilan dagang.Hubungan dengan China membaik setelah Ma Ying-jeou yang pro-Beijing memimpin Taiwan. Penerbangan dari China ke Taiwan dibuka, meningkatkan ekonomi Taiwan di sektor pariwisata. Sebaliknya, banyak investor Taiwan yang menanamkan modal miliaran dolar di China daratan. Tidak pernah ada pembicaraan formal pemerintah China-Taiwan selama ini. Komunikasi mereka berlangsung secara tidak langsung melalui kelompok dagang dan persahabatan Taiwan-China. (Detikcom/ r)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Bupati Humbahas Letakkan Batu Pertama Pembangunan KDMP Pakkat Hauagong

Luar Negeri

Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tapanuli Berangsur Pulih

Luar Negeri

Hari Pertama Kerja 2026, Kehadiran ASN Pemkab Labura Tembus 90 Persen

Luar Negeri

Viral Video SPBU Tarutung Kehabisan BBM dalam Sejam, Ini Penjelasan dan Aturan Baru Pemkab

Luar Negeri

Bishop GKPI Resmikan Gedung Sekolah Minggu GKPI Sei Agul Medan

Luar Negeri

Pembangunan Rumah Subsidi untuk Masyarakat Resmi Dimulai, Bupati dan Wakil Bupati Batubara Letakkan Batu Pertama