Paris (SIB)- Mantan Perdana Menteri Republik Ceko, Petr Necas, telah dituduh melakukan penyuapan. Necas dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya pada musim panas lalu karena skandal korupsi. Necas mengundurkan diri setelah kepala stafnya, Jana Nagyova, dituduh menggunakan layanan rahasia negara untuk memata-matai mantan istrinya, sejak bercerai. Nagyova, yang berselingkuh dengan Necas pada saat itu, sejak menikah dengan mantan PM mengambil nama Necasova.Media Ceko melaporkan bahwa Necas dituduh melakukan suap atas perannya dalam menawarkan jabatan kepada tiga mantan anggota DPR yang telah memberontak terhadap program penghematan pemerintahan sebelumnya. Sebagai imbalannya, mereka meninggalkan pemerintahan. Melansir New York Times, Kamis (13/2), Jaksa mengatakan jabatan yang ditawarkan oleh Necasova menggunakan persetujuan secara diam-diam dari perdana menteri.Namun Necas secara tegas membantah telah melakukan itu. Dirinya juga membantah bahwa telah ada kesepakatan apapun. Dia juga berulang kali bersikeras bahwa perjanjian politik dengan anggota DPR adalah bagian dari dorongan harian politik dan bukan merupakan suap.Necas sebelumnya mengatakan pada Reflex.cz, bahwa tuduhan itu tidak masuk akal dan bermotif politik. Dia percaya tuduhan-tuduhan telah mengalir deras untuk melawan dirinya. Polisi telah merilis video untuk membuktikan bahwa penangkapan mereka Necasova sejalan dengan prosedur.Penyelidikan Necas merupakan bagian dari penyelidikan antikorupsi yang paling intensif sejak jatuhnya komunisme pada 1989. Penyelidikan ini mengguncang negara itu, yang telah berjuang untuk menghindari budaya suap dan korupsi. (okz/x)