Istri PM Tony Abbott Blak-Blakan Soal Suaminya

- Jumat, 20 Maret 2015 15:47 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/03/hariansib_Istri-PM-Tony-Abbott-Blak-Blakan-Soal-Suaminya.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Canberra (SIB)- Istri Perdana Menteri Australia, Margie Abbott, biasanya sosok pemalu di depan media, tapi kini, ia bersedia diwawancarai majalah perempuan Women &rsquos Weekly &rsquo Australia, dan berbicara terbuka tentang perjuangannya sebagai ibu negara &rsquo Australia.Margie mengisahkan ke majalah itu bagaimana ia pertama kali bertemu Tony Abbott pada tahun 1987, ketika ia masih berprofesi sebagai wartawan dan guru sekolah, dan ia menceritakan kencan pertama mereka dan malam ketika Tony Abbott melamarnya.Ketika ia ditanya tentang perannya sebagai istri Perdana Menteri, Margie mengakui posisi ini bukanlah yang ia harapkan dan mengatakan bahwa dirinya sungguh filosofis mengenai masa depan apa yang mungkin menimpa sang suami dan karir politiknya. "Yah itu akan sulit. Hidup memberi seseorang segala macam tantangan. Tentu saja jika Abbott tak lagi menjabat Perdana Menteri, itu akan menjadi babak baru, tapi bab baru yang berbeda, ujarnya.Ia menyambung, "Bab baru bisa memberi semangat, mereka bisa menguji Anda. Jadi saya pikir saya akan melihatnya dengan cara seperti itu, dan saya pikir Tony akan bersikap demikian." Margie juga diminta untuk mengomentari kinerja kepala staf Tony Abbott, yakni Peta Credlin, tapi ia menolak untuk berbicara lebih detil. "Saya biarkan orang lain yang menilainya. Tetapi intinya, Peta bekerja sangat keras dan itu adalah pekerjaan yang sulit," katanya.Direktur Humas Inside &rsquo dan mantan editor The Age &rsquo, Michael Smith, mengatakan, pilihan memakai majalah Women &rsquos Weekly &rsquo untuk wawancara besar pertama Margie adalah bagian dari strategi yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik Tony Abbott di kalangan pemilih perempuan. "Ada komunikasi strategis - yang direncanakan, jika tak disetujui, oleh para penasehat Perdana Menteri - [dan] strateginya adalah untuk mencoba dan menghubungkan kembali Tony Abbott dengan perempuan, utara Michael.Ia mengungkapkan, "Untuk waktu yang lama, Perdana Menteri Abbott telah memiliki masalah persepsi, masalah citra di antara dua kelompok penting. Salah satunya adalah perempuan dan yang lainnya adalah kaum muda, dan wawancara seperti ini bertujuan untuk mengatasi masalah persepsi itu.Margie biasanya menjauh dari sorotan media, dengan pengecualian sebuah wawancara yang ia lakukan pada tahun 2012 ketika Tony Abbott adalah pemimpin oposisi dan dikritik atas sikapnya terhadap perempuan. Ia berbicara secara terbuka untuk membela suaminya."Saya katakan kepada mereka yang mengklaim bahwa Tony Abbott tak memahami perempuan, dengarkan ini: Tony Abbott dikelilingi oleh perempuan yang kuat," katanya pada tahun 2012. "Saya bukan politisi dan saya tak bersikap politis tapi jangan coba-coba dan pernah memberitahu saya bahwa suami 24 tahun saya dan ayah dari tiga anak perempuan saya adalah seorang pejuang anti-perempuan, ke muka Margie. (ABC Australia/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Sat Lantas Polres Tanjungbalai Kawal Pawai Tarhib MDI

Luar Negeri

Amankan Perayaan Imlek 2577, Polresta Deliserdang Gelar Patroli Skala Besar

Luar Negeri

Tambahan Korban Terungkap, Anggota DPR RI Kawal Orang Tua Buat Laporan ke Polres Asahan

Luar Negeri

Polda Sumut Jamin Keamanan Warga Rayakan Imlek

Luar Negeri

Libur Imlek 2026, Objek Wisata Danau Toba di Sirukkungan Ramai Pengunjung

Luar Negeri

Tahun Baru Imlek 2026 Shio Kuda Api Ekonomi Akan Pulih Jika Cepat, Kuat dan Gesit Seperti Kuda