Sanaa (SIB)- Korban tewas akibat serangkaian serangan bom terhadap masjid-masjid Syiah di Yaman bertambah menjadi 142 orang. Militan ISIS di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri ini. Seperti dilansir AFP, Sabtu (21/3), serangan ini merupakan yang pertama diklaim oleh ISIS di Yaman. Hal ini juga menunjukkan bagaimana rivalitas antara ISIS dengan militan Al-Qaeda di Yaman (AQAP) yang selama ini dikenal paling aktif di negara tersebut.Target dari serangan bom ini adalah para pendukung milisi Syiah Houthi, yang sekarang menguasai ibukota Sanaa hingga memaksa Presiden Abedrabbo Mansour Hadi melarikan diri ke wilayah lain. Terdapat empat serangan bom bunuh diri yang melanda dua masjid Syiah di Yaman pada Jumat (20/3), saat banyak pendukung Houthi sedang Salat Jumat.Pelaku pertama meledakkan diri di luar masjid Badr di Sanaa selatan pada Jumat (20/3) siang. Pelaku kedua lalu meledakkan diri di pintu gerbang masjid yang sama, tepat saat para jamaah melarikan diri usai bom pertama meledak. Sedangkan ledakan bom ketiga terjadi di masjid Al-Hashahush di Sanaa utara. Tidak lama setelah itu, ledakan keempat terjadi di luar masjid tersebut. Jasad-jasad korban bergeletakan di lokasi kejadian dan lautan darah di mana-mana.Anggota Komisi Operasi pada Kementerian Kesehatan setempat, Nashwan al-Atab menuturkan kepada AFP, korban tewas akibat serangkaian ledakan itu mencapai 142 orang dan melukai sedikitnya 351 orang. Sumber otoritas medis setempat menyebutkan, imam masjid Badr ikut tewas dalam ledakan itu. Dalam pernyataan terpisah, ISIS cabang Sanaa mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Mereka menyebut serangan ini baru awal saja. "Houthi yang kafir seharusnya tahu bahwa tentara ISIS tidak akan istirahat hingga mereka memberantas mereka... dan menghentikan campur tangan Safavid (Iran) di Yaman," demikian pernyataan ISIS cabang Sanaa.Sementara itu, militan Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) juga memberikan pernyataan yang isinya membantah keterkaitan dengan ledakan tersebut. "Kami menekankan bahwa kami mematuhi instruksi Sheikh Ayman Zawahiri, untuk menghindari menargetkan masjid dan pasar... untuk melindungi nyawa warga muslim tak bersalah," demikian pernyataan AQAP.AS Telah Habiskan 24 TriliunMiliter Amerika Serikat telah melancarkan 2.320 serangan udara terhadap para militan ISIS sejak 8 Agustus 2014 lalu. Biaya yang sudah dikeluarkan untuk membombardir ISIS tersebut mencapai US$ 1,83 miliar atau sekitar Rp 24 triliun. Demikian disampaikan Pentagon seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (20/3). Serangan-serangan itu telah menghantam ribuan target termasuk tank, infrastruktur minyak dan posisi-posisi tempur. Disebutkan Pentagon, serangan-serangan yang telah dilancarkan militer AS itu mencapai 80 persen dari total serangan udara yang dilakukan koalisi internasional.Secara keseluruhan, koalisi internasional telah melakukan 2.893 serangan udara, dengan 1.631 serangan di antaranya dilakukan di Irak dan 1.262 serangan di Suriah, dan mengenai 5.314 target. Angka tersebut mencakup serangan udara yang dilakukan antara 8 Agustus 2014 dan 18 Maret 2015.Lebih dari 60 negara ikut serta dalam koalisi internasional memerangi ISIS tersebut. AS, Australia, Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Yordania, Belanda dan Inggris melakukan serangan-serangan udara di Irak. AS, Bahrain, Yordania, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab melancarkan serangan udara di Suriah.Juru bicara Pentagon, Kolonel Steve Warren mengkonfirmasi, militer AS dan Irak juga menjatuhkan selebaran-selebaran propaganda di kota Mosul untuk menghambat dukungan bagi ISIS dan upaya-upaya rekrutmennya. (AFP/Rtr/dtc/c)