Yaman Terancam Perang Saudara, AS Ungsikan Staf Kedubes

- Senin, 23 Maret 2015 14:57 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Aden (SIB)- Amerika Serikat mengevakuasi seluruh staf di kedutaan besar Yaman karena kestabilan di negara tersebut kini terancam akibat perseteruan antara kubu pemerintah dengan gerilyawan yang berpotensi berujung pada perang saudara."Karena situasi yang terus memburuk di Yaman, pemerintah Amerika Serikat untuk sementara memindahkan staf yang berada di Yaman," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Jeff Rathke dalam pernyataan tertulis.Evakuasi itu dilakukan setelah sejumlah bom bunuh diri, yang menewaskan 142 orang, meledak di Sanaa, Jumat. Kelompok garis keras Daulah Islam, atau lebih dikenal dengan nama ISIS, mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.Kelompok Daulah Islam nampak memanfaatkan situasi perpecahan yang melanda negara miskin itu. Wilayah utara Yaman kini dikuasai oleh gerilyawan Houthi yang punya jaringan kuat di Iran. Sementara di selatan, kelompok pendukung Presiden Abedrabbo Mansour Hadi masih mendominasi.Baru-baru ini, Presiden Hadi meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera mengintervensi Yaman demi memulihkan keamanan. Sebagai tanggapan, Dewan Keamanan akan menggelar rapat darurat.Dalam suratnya kepada Dewan Keamanan, Hadi mengecam "aksi kejahatan yang dilakukan milisi Houthi dengan sekutunya", dan menyatakan bahwa mereka "tidak hanya mengancam keamanan Yaman namun juga perdamaian kawasan dan internasional.""Saya meminta Anda untuk segera mengintervensi dengan segala cara untuk menghentikan agresi yang ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah," kata dia.Yaman sendiri telah berulang kali dilanda rangkaian kekerasan setelah mundurnya Ali Abdullah Saleh pada awal 2012 lalu. Kini, mereka terancam jatuh pada perang saudara antara Houthi dengan penganut Sunni ditambah Al-Qaeda.Pada Sabtu, Hadi bersumpah akan terus berupaya mengusir pengaruh Iran di negerinya. Dia menuduh kelompok Houthi telah mengimpor ideologi dari Tehran.Sementara Houthi, yang sejak September lalu menguasai Sanaa, berjanji akan melakukan "langkah-langkah revolusioner" lanjutan setelah munculnya serangan bom bunuh diri pada Jumat. Di sisi lain mereka juga membantah keterlibatan Iran dalam aksi-aksinya.     Sejak menguasai Sanaa, Houthi terus berupaya bergerak ke selatan. Namun, langkah mereka terhambat oleh perlawanan masyarakat penganut Sunni yang bersekutu dengan Al-Qaeda. (Ant/AFP/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Forwakum Santai Nikmati UMKM di Tugu Juang Perbaungan

Luar Negeri

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0207/Simalungun Lanjutkan Pembangunan RTLH di Bahapal

Luar Negeri

Kantor PWI Deliserdang Dibobol Maling

Luar Negeri

Ciptakan Imlek Damai dan Kondusif, Polsek Labuhan Ruku Gelar Pengamanan Ketat di Vihara Budhi Dharma

Luar Negeri

Sat Lantas Polres Tanjungbalai Kawal Pawai Tarhib MDI

Luar Negeri

Amankan Perayaan Imlek 2577, Polresta Deliserdang Gelar Patroli Skala Besar