Makin Banyak Warga Ingin Tinggalkan Hong Kong

- Jumat, 27 Maret 2015 11:29 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Hong Kong (SIB)- Kajian terbaru menunjukkan, satu dari 10 warga terkaya Hongkong ingin pindah dari sana. Survei terhadap lebih dari 3.000 orang itu dilakukan oleh Pusat Riset Ilmu Sosial pada Universitas Hong Kong. Pengacara Jean-Francois Harvey, dari biro hukum Harvey Law Corporation, mengatakan, kantornya melihat kenaikan 50 persen di antara klien mereka yang ingin pindah ke luar negeri.“Dua atau tiga tahun terakhir kami melihat semakin banyak orang Hongkong yang beremigrasi keluar Hong Kong, terutama ke Taiwan, Amerika, dan Kanada, untuk pensiun, mencari kualitas hidup yang lebih baik, dan sebagainya. Kami juga melihat semakin banyak siswa yang pergi belajar keluar negeri dan tidak kembali lagi,” kata Harvey.Survei itu menemukan bahwa jumlah jutawan di Hong Kong, yang memiliki aset likuid minimal 1,3 juta dollar, telah meningkat 14 persen. Survei itu juga menunjukkan, 11 persen kalangan multimiliuner Hong Kong mempertimbangkan untuk beremigrasi dalam lima tahun mendatang. Sekitar 43 persen memilih Kanada sebagai tujuan utama, disusul Inggris.Banyak dari orang-orang itu merasa tidak puas dengan sistem pendidikan dan lingkungan di Hong Kong sehingga ingin pergi. Lainnya mengatakan bahwa menguatnya pengaruh pemerintah pusat Tiongkok dan aksi demonstrasi pro-demokrasi tahun lalu telah mendorong mereka untuk meninggalkan Hong Kong. Tidak semua pengacara melihat tren kenaikan emigrasi. Eugene Chow, misalnya.“Biasanya orang-orang ini lebih kaya dan memiliki kepentingan lebih banyak di Hong Kong. Mereka punya karier bagus dan Hongkong menetapkan pajak rendah. Ada banyak kesempatan ekonomi di Hong Kong dan saya tidak melihat arus banyak orang yang datang untuk minta bantuan pindah ke Amerika atau tempat-tempat lain yang biasanya jadi tujuan imigran,” ungkap Chow. Biaya hidup di Hong Kong yang meroket mungkin menjadi alasan lain orang ingin beremigrasi.Ma Ngok, profesor Fakultas Pemerintahan dan Administrasi pada Universitas China di Hong Kong, mengatakan, melonjaknya emigrasi akan berdampak buruk terhadap kawasan itu. “Saya rasa emigrasi tidak akan menyelesaikan masalah-masalah Hong Kong. Hong Kong membutuhkan lebih banyak orang yang berkomitmen untuk tinggal dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.Arus emigrasi besar-besaran melanda Hong Kong pada tahun 1980-an dan 1990-an yang dipicu kecemasan setelah Inggris, yang saat itu menjajah kawasan itu, sepakat untuk mengembalikannya kepada China. Kesepakatan itu resmi berlaku tahun 1997. (VoA/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Ketua MUI Labura Ajak Umat Muslim Saling Hargai Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H

Luar Negeri

Rayakan Imlek, KAI Divre I Hadirkan Pertunjukan Barongsai di Stasiun Lubuk Pakam

Luar Negeri

Jalan Menuju Nias Utara Bagaikan Kubangan Kerbau, Hambat Aktivitas Warga

Luar Negeri

TI Asahan Gelar Seleksi Atlet Untuk Persiapan Kejuaran dan Porprovsu

Luar Negeri

Sarang Narkoba dan Judi di Jermal Ditindak, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Apresiasi Kinerja Kapolrestabes

Luar Negeri

Polres Labuhanbatu Sukseskan Senam Sehat dan Fun Run HPN 2026 di Rantauprapat