Mogadishu (SIB)- Pasukan Somalia menguasai secara penuh satu hotel yang diserang militan Al Shabab dan sempat mendudukinya selama lebih 12 jam. Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas. Seorang perwira polisi Kapt Mohamed Hussein seperti dilaporkan kantor berita Associated Press, Sabtu (28/3), mengatakan baku tembak telah berhenti dan pasukan keamanan telah menguasai semua akses masuk hotel. “Operasi telah berakhir. Kami menguasai secara penuh hotel,†jelasnya.Hussein menambahkan pasukan keamanan menemukan empat jenazah di hotel dan enam mayat lainnya di hari sebelumnya. Sejauh ini belum diketahui korban tewas di pihak penyerang. Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan Dubes Somalia untuk Swiss tewas dalam penyerangan tersebut.Serangan dimulai Jumat 27 Maret, ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan mobil dengan bahan peledak di luar hotel. Seorang juru bicara al-Shabab mengatakan kepada BBC bahwa Hotel Maka al-Mukarama diserang karena popularitasnya sebagai tempat menginap pada pejabat pemerintah. "Kami tidak menganggap itu sebagai sebuah hotel - itu adalah markas pemerintah," kata jubir tersebut.Sejumlah pria bersenjata langsung bergerak masuk ke dalam hotel. Beberapa jam kemudian, milisi bersembunyi di sudut-sudut hotel dan kamar. Suara tembakan sporadis langsung terdengar, namun pasukan keamanan memutuskan baru akan bergerak pada siang hari.Hotel Maka al-Mukarama memang kerap ditinggali oleh para politisi dan pengusaha, sebab lokasinya strategis di jalan utama yang menghubungkan istana presiden ke bandara kota itu. Hotel di ibukota Somalia, Mogadishu, sering menjadi sasaran militan Al-Shabab yang diusir dari kota tersebut beberapa tahun lalu tapi masih menguasai daerah selatan negara itu. Awal bulan Maret, sebuah bom mobil juga meledak di luar hotel tersebut. Al-Qaeda yang mengaku berada di balik serangan itu.Somalia telah dilanda konflik selama lebih dari dua dekade. Namun ribuan warga Somalia telah kembali dari luar negeri untuk membantu membangun kembali negara itu, karena menganggap keamanan telah membaik dalam beberapa tahun terakhir. Sejauh ini, pasukan Uni Afrika telah membantu pemerintah yang didukung PBB merebut kembali wilayah itu dari kekuasaan militan. (AP/R16/ r)