Hamas Bantah Bertemu dengan Pejabat Israel

- Senin, 06 April 2015 15:36 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Kota Gaza (SIB)- Para pejabat HAMAS, Minggu (5/4) membantah pernyataan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa pemimpin Gerakan Perlawanan Islam itu mengadakan pertemuan langsung dengan para pejabat senior Israel."HAMAS menganggap pertemuan langsung sebagai pengkhianatan besar dan tentu saja kami tak pernah mengadakan pertemuan itu," kat Salah Al-Bardaweel, pejabat HAMAS yang berpusat di Jalur Gaza.Dalam satu wawancara dengan stasiun televisi Arab, Abbas menuduh para pemimpin HAMAS mengadakan pertemuan dengan pejabat Israel, dan gerakan tersebut berusaha negara Islam di Jalur Gaza."Presiden Abu Mazen (Mahmoud Abbas) mengetahui dengan sangat baik HAMAS takkan pernah menerima negara di Jalur Gaza dan meliputi wilayah yang dicaplok dari Semenanjung Mesir, Sinai. Pernyataan ini sangat mengejutkan," kata Al-Bardaweel.Pertikaian antara HAMAS dan Faksi Fatah, pimpinan Abbas, berawal ketika Gerakan Perlawanan Islam itu dengan menggunakan kekerasan merebut kendali di Jalur Gaza dan mengusir pasukan keamanan Abbas pada musim panas 2007.Upaya Arab dan internasional guna mengakhiri pertikaian itu serta perpecahan antara Jalur Gaza dan Tepi Barat Sungai Jordan sejauh ini telah gagal, meskipun kedua pihak menandatangani serangkaian kesepakatan dan nota kesepahaman di Mesir, Qatar dan Arab Saudi.Pada penghujung Maret, Perdana Menteri Pemerintah Persatuan Palestina Rami Hamdallah dan satu delegasi pejabat tinggi HAMAS  sepakat untuk membentuk satu komite guna mengatasi krisis di Jalur Gaza."Salah satu misi penting komite tersebut ialah menemukan penyelesaian bagi pemutusan listrik yang meningkat dan mempercepat proses pembangunan kembali selain menyelesaian masalah gaji pegawai," kata Khalil Al-Hayya, anggota delegasi HAMAS, dalam satu taklimat, setelah pertemuan dua-jam dengan Hamdallah. (Ant/Xinhua/f)


Tag:

Berita Terkait