Paus Fransiskus Dukung Kesepakatan Program Nuklir

* PM Netanyahu Kecewa terhadap Obama
- Selasa, 07 April 2015 10:57 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Vatikan (SIB)- Kesepakatan program nuklir Iran dengan negara-negara Barat menuai pro dan kontra. Paus Fransiskus menjadi salah satu pihak yang mendukung kesepakatan tersebut. Sebagaimana diketahui, Iran dan enam negara besar yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan China setuju menandatangani kesepakatan program nuklir Iran pada Kamis 2 April 2015 di Laussane, Swiss.Salah satu isi kesepakatan itu adalah melarang Iran membangun reaktor nuklir selama 15 tahun. Paus Fransiskus untuk pertama kali membahas mengenai kesepakatan tersebut. Menurutnya, Iran tidak akan membangun sebuah senjata dari nuklir."Mengenai kesepakatan program nuklir yang baru-baru ini terjadi di Lausanne, mungkin ini menjadi sebuah langkah definitif menuju dunia dan persaudaraan yang lebih aman,” ungkap Paus Fransiskus, seperti diberitakan Belfast Telegraph, Senin (6/4).Bukan hanya itu, sang pemuka agama juga membahas sejumlah orang yang memanfaatkan perang dengan menjual senjata dan mendapat keuntungan. “Kami meminta kedamaian bagi para pedagang senjata yang memperoleh nafkah dari darah pria dan perempuan yang menjadi korban perang,” sambungnya.Sedangkan Presiden Amerika Barack Obama mengatakan persetujuan kerangka kerja untuk mengekang program nuklir Iran sebagai imbalan peringanan sanksi adalah “jalan yang jauh paling baik” untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.Dalam wawancara dengan harian New York Times yang dimuat hari Minggu (5/4), Obama mengatakan hanya dengan meneruskan sanksi akan membuat dunia kurang mengetahui program nuklir Iran, dan bahwa serangan militer akan memundurkannya untuk sementara tetapi akan hampir pasti mendorong mereka untuk bergegas membuat bom.Obama menyebut pembelaan Israel oleh Amerika “tidak tergoyahkan,” dan berusaha memberi jaminan sementara berunding dengan negara yang pimpinannya telah membantah kebenaran pembantaian Yahudi di Eropa pada masa perang dunia kedua atau Holocaust dan mengutarakan gagasan-gasan anti-Yahudi serta keinginan untuk menghancurkan Israel. Namun pernyataan Obama itu disesalkan PM Israel Benjamin Netanyahu. “Kesepakatan tersebut tidak membuat Iran menghentikan program nuklirnya,” kata PM Netanyahu kepada CNN. “Iran tetap membangun infrastuktur nuklir. Tidak ada yang dihancurkan dan ditutup, termasuk fasilitas bawah tanah yang mereka bangun. Iran akan terus memperkaya uranium mereka. Itu merupakan kesepakatan yang buruk,” lanjutnya.Sejak pembicaraan program nuklir Iran terjadi, hubungan Israel dan AS memang memburuk. PM Netanyahu menambahkan, kesepakatan mengenai program nuklir membuat Iran berpeluang untuk membuat sebuah bom nuklir. “Saya mengerti bahwa Presiden Obama coba membuat sebuah keputusan yang baik untuk AS. Namun, saya rasa kami memiliki perbedaan pendapat mengenai hal ini (program nuklir Iran). Sebab, Iran tidak bisa dipercaya,” ungkapnya. (BBC/f)


Tag:

Berita Terkait