Kairo (SIB)- Konflik Sinai, Mesir terus menelan korban jiwa. Serangan mortir menewaskan 11 warga sipil, nyaris seluruhnya adalah wanita dan anak-anak, kecuali seorang pria. Mortir-mortir tersebut menghantam dua rumah di satu desa di sebelah tenggara El-Arish, ibukota Sinai Utara pada Rabu (8/4) malam waktu setempat. Enam orang juga terluka dalam serangan ini. Demikian disampaikan kepolisian dan paramedis seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/4).Sinai menjadi basis kelompok jihadis yang dulu dikenal sebagai Ansar Beit al-Maqdis, namun kini telah berganti nama menjadi Sinai Province, setelah menyatakan kesetiaan pada kelompok ISIS tahun lalu. Dalam insiden terpisah di daerah yang sama, sebuah bom pinggir jalan meledak dan mengenai sebuah mobil lapis baja pengangkut personel. Akibatnya, dua polisi tewas dan tiga lainnya luka-luka. Sebelumnya pada 2 April lalu, kelompok Sinai Province mengklaim serangan beruntun yang menewaskan 15 tentara dan dua warga sipil di wilayah konflik Sinai.Kelompok tersebut telah menewaskan puluhan personel keamanan sejak militer Mesir menggulingkan presiden terpilih Mohamed Morsi pada tahun 2013. Menurut kelompok itu, serangan-serangannya merupakan pembalasan atas operasi otoritas Mesir terhadap para pendukung Morsi, yang telah menewaskan ratusan orang dan membuat ribuan orang dipenjara. (Detikcom/q)