70 Persen Warga Korut Kelaparan, PBB Serukan Bantuan 111 Juta Dolar AS

- Jumat, 10 April 2015 14:08 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Pyongyang (SIB)- Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan bantuan senilai US$ 111 juta untuk membantu sekitar 70 persen warga Korea Utara (Korut) yang kini menghadapi krisis pangan. Dana tersebut akan membantu lima badan PBB yang berada di Korut untuk terus menyediakan pangan, air bersih dan kebutuhan dasar lainnya bagi warga Korut pada 2015 ini. Operasi tersebut meliputi kegiatan dukungan kemanusiaan di bidang pangan dan pertanian, kesehatan dan gizi, serta air dan kebersihan.Dalam statemennya, PBB menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/4), sekitar 70 persen dari populasi Korut, atau sekitar 18 juta orang, "tak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup dan beragam untuk hidup sehat." Tingkat malnutrisi di Korut tinggi, yakni dengan 27,9 persen anak di bawah usia lima tahun mengalami malnutrisi kronis. Demikian menurut survei nutrisi nasional Korut tahun 2012 yang disampaikan PBB dalam pernyataannya.Korut memang sering mengalami kekurangan pangan yang parah. Situasi ini diperburuk dengan bencana banjir, kekeringan dan kesalahan manajemen bencana di negeri komunis itu. Ratusan ribu orang diyakini telah tewas selama bencana kelaparan yang terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun 1990-an silam."Kekurangan gizi adalah penyebab mendasar penyakit dan kematian di kalangan ibu dan anak," kata siaran pers tersebut. "Penyediaan layanan kesehatan tak memadai dan banyak daerah di negeri itu tak dilengkapi dengan instalasi yang layak, perlengkapan atau obat.""Air minum yang aman dan layanan kesehatan yang tak layak adalah masalah mendasar dan menjadi penyebab kondisi kronis diare, infeksi pernafasan dan penyakit yang ditularkan oleh air," kata siaran pers tersebut. "Produksi makanan terhambat oleh kurangnya sumber daya pertanian, seperti benih dan pupuk, dan sangat rentan terhadap guncangan, terutama bencana alam seperti banjir."Pendanaan prioritas kemanusiaan itu akan memungkinkan lima badan PBB yang sudah beroperasi di lapangan untuk melanjutkan program yang menyediakan kebutuhan dasar buat banyak orang yang rentan, kata siaran pers tersebut. Siaran pers itu merujuk kepada badan PBB sepergi Program Pangan Dunia (WFP), Dana Anak PBB (UNICEF), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Penduduk PBB (UNFPA) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).Sementara itu Korut ditengarai sudah memiliki jajaran peluru kendali nuklir yang mampu menjangkau daratan Amerika Serikat. Saat parade militer pada 2012 di Pyongyang, peluru kendali nuklir itu memang telah diperagakan, namun diperkirakan itu model saja. Panglima Komando Amerika Utara dan NORAD, Admiral Bill Gortney, dalam kabar di US Naval Institute, menyatakan, peluru kendali nuklir lintas benua (intercontinental balistic nuclear missile/ICBM) itu diberi kode KN-08. “Kami menyimpulkan, peluru kendali ini sudah pada tahap operasional dan kami kembangkan latihan menangkal dan menanggulanginya,” kata Gortney. Walau Korea Utara dilaporkan belum sekalipun menguji sistem ICBM KN-08 itu, dia menolak menjelaskan pandangannya itu. Jika KN-08 betul-betul masuk jajaran operasional persenjataan nuklir Korea Utara, akan sangat sulit menangkal dan menanggulangi karena karakter bergerak pijakan pembawanya. Karakter bergerak KN-08 bisa disejajarkan dengan karakter serupa S-300 buatan Rusia atau peluru kendali konvensional Scud Irak yang merepotkan Amerika Serikat saat itu. Dalam kajian militer, kata Gortney, “Itu adalah target yang bisa diubah posisinya yang sangat menyulitkan kami untuk menemukan, mengatasi, dan menyelesaikan ancamannya. Satu problem yang berkaitan dengan fakta bahwa milter Amerika Serikat tidak memiliki aset tetap atas aspek intelijen, pengamatan, dan pengintaian di Korea Utara.”Korea Utara —satu-satunya negara berideologi isolasionis yang masih tersisa— juga diketahui mampu mengawinkan peluru kendali dengan kepala nuklir. “Kesimpulan kami, mereka mempunyai kemampuan menempatkan kepala nuklir pada peluru kendali KN-08 dan menembakkannya ke daratan Amerika Serikat,” kata Gortney. Amerika Serikat secara resmi diketahui mempunyai 30 titik interseptor peluru kendali lintas benua yang ditanam di dalam tanah, di Fort Greely, Alaska, dan Pangkalan Udara Utama Vandenberg, Kalifornia. Perihal inilah yang menjadi bagian dari tanggung jawab dan kewenangan Gortney. “Saya punya picu ini dan saya sangat percaya bahwa ini bisa berhasil menghadapi Korea Utara,” katanya sebagai panglima NORAD dan Komando Utara Amerika Serikat. (Ant/AFP/Detikcom/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Ketua MUI Labura Ajak Umat Muslim Saling Hargai Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H

Luar Negeri

Rayakan Imlek, KAI Divre I Hadirkan Pertunjukan Barongsai di Stasiun Lubuk Pakam

Luar Negeri

Jalan Menuju Nias Utara Bagaikan Kubangan Kerbau, Hambat Aktivitas Warga

Luar Negeri

TI Asahan Gelar Seleksi Atlet Untuk Persiapan Kejuaran dan Porprovsu

Luar Negeri

Sarang Narkoba dan Judi di Jermal Ditindak, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Apresiasi Kinerja Kapolrestabes

Luar Negeri

Polres Labuhanbatu Sukseskan Senam Sehat dan Fun Run HPN 2026 di Rantauprapat