Tiongkok Sediakan Taman Hiburan Bagi Orang Mini

- Minggu, 12 April 2015 22:53 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Kunming (SIB)- Deretan "kesatria" berjubah hitam yang bersenjatakan pedang plastik berdiri di dekat gerbang. Penari-penari dengan kostum warna-warni tersenyum dan melambai kepada sekitar 50 pengunjung yang baru saja tiba. Selamat datang di Kerajaan Rakyat Kecil.

Terletak di dekat kota Kunming di Provinsi Yunnan, Tiongkok bagian selatan, taman hiburan tersebut didirikan pada 2009 guna menampung orang-orang cebol yang kerap menerima hinaan dan dikucilkan. Mereka yang tidak bisa berdansa atau menampilkan atraksi diberikan pekerjaan sebagai petugas keamanan, pembuat kerajinan tangan, juru masak, atau petugas kebersihan. Seperti namanya, taman hiburan itu memang seperti kerajaan. Para karyawan membentuk parlemen sendiri dan memilih pemimpin mereka sendiri.

Tempat tinggal mereka ialah sebuah desa di bukit. Rumah-rumahnya pun mirip jamur raksasa yang sering diceritakan di berbagai dongeng, Namun, tentu saja mereka bermukim di situ ketika sedang bekerja demi menghibur para pengunjung. Saat taman hiburan ditutup, mereka menetap di asrama tidak jauh dari sana.

Para bos pemilik taman hiburan berkeras tiada rahasia yang disembunyikan dan tiada kisah eksploitasi sebagaimana dialami sejumlah buruk pabrik di Tiongkok. Di kerajaan itu, mereka diterima apa adanya. Salah satunya, Xiao Xiao atau Kecil Kecil, pembawa acara di taman hiburan itu. Xiao mengaku mempunyai kekasih di tempat kerjanya dan merasa bahagia. Menurut dia, dari 200 karyawan, hanya segelintir yang hengkang karena rindu kampung halaman.

Sebelum bekerja di situ, Xiao bekerja sebagai penyanyi di bar demi uang recehan. Pemabuk sering melecehkan dia dan menyiramnya dengan minuman. Kini, dia menyanyi di panggung sungguhan, tempat dia menerima pujian dan disambut dengan bunga. Selain Xiao Xiao, seorang perempuan lainnya mengaku meninggalkan pekerjaan sebelumnya di sebuah pabrik kimia untuk bekerja di Kerajaan Rakyat Kecil. Ada pula karyawan yang dulunya pengemis atau pengutil.

Kian jelas bahwa hampir semua karyawan ialah mantan pekerja serabutan mengingat jarang ada lowongan pekerjaan di Tiongkok bagi orang mini. Di Kerajaan Rakyat Kecil, mereka bisa bekerja dan tak jarang bertemu jodoh. Apalagi, mereka bebas dari cacian, hinaan, dan perlakuan kurang ajar dari "manusia-manusia besar" di dunia luar. (BBC/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Ketua MUI Labura Ajak Umat Muslim Saling Hargai Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H

Luar Negeri

Rayakan Imlek, KAI Divre I Hadirkan Pertunjukan Barongsai di Stasiun Lubuk Pakam

Luar Negeri

Jalan Menuju Nias Utara Bagaikan Kubangan Kerbau, Hambat Aktivitas Warga

Luar Negeri

TI Asahan Gelar Seleksi Atlet Untuk Persiapan Kejuaran dan Porprovsu

Luar Negeri

Sarang Narkoba dan Judi di Jermal Ditindak, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Apresiasi Kinerja Kapolrestabes

Luar Negeri

Polres Labuhanbatu Sukseskan Senam Sehat dan Fun Run HPN 2026 di Rantauprapat