Bangkok (SIB)- Bangkok memanas! Aksi bentrok antara demonstran dan polisi kembali terjadi di ibu kota Thailand tersebut. Setidaknya tiga orang dilaporkan tewas dalam aksi bentrok tersebut. Dua anggota polisi dan seorang demonstran tewas ditembak. Puluhan orang lainnya juga mengalami luka-luka. "Dua anggota polisi tewas ditembak dan seorang demonstran juga tewas serta 58 orang terluka," kata Letjen Polisi Prawut Thavornsiri kepada kantor berita AFP, Selasa (18/2/2014).Bentrokan berdarah ini terjadi saat polisi antihuru-hara melancarkan operasi untuk merebut kembali gedung-gedung pemerintah di Bangkok yang diduduki para demonstran. Dalam operasi ini, sekitar 100 demonstran ditangkap polisi. Menurut pusat medis emergensi Erawan di Bangkok, total 58 orang terluka dalam bentrokan antara demonstran dan polisi tersebut. Sebagian terluka karena peluru karet.Aparat polisi antihuru-hara bersenjata lengkap dikerahkan dekat gedung-gedung pemerintah di Bangkok, setelah para demonstran kembali ke tempat-tempat tersebut menyusul operasi serupa yang dilakukan polisi pada Jumat, 14 Februari lalu.Hingga Selasa malam (18/2) Para demonstran dan polisi masih terlibat konfrontasi menegangkan. Para demonstran menolak perintah polisi untuk meninggalkan daerah sekitar kantor Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra dalam waktu satu jam. "Pemerintah tak bisa lagi bekerja di sini," cetus juru bicara gerakan antipemerintah, Akanat Promphan. "Penangkapan-penangkapan tak akan mempengaruhi kami. Tekad rakyat tetap kuat," imbuhnya. Didakwa Terkait Subsidi Beras, PM Thailand Bisa Dipecat Jika BersalahSementara itu, Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra segera dijerat dakwaan mengabaikan tugas terkait skema subsidi pertanian beras. Dia bisa diberhentikan dari jabatannya jika terbukti bersalah. Demikian disampaikan panel antikorupsi Thailand seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/2). Menurut panel Komisi Antikorupsi Nasional tersebut, PM Yingluck telah mengabaikan peringatan bahwa kebijakan subsidi pertanian andalannya sangat rawan korupsi dan menyebabkan kerugian finansial bagi negara. Yingluck akan dipanggil komisi untuk mendengarkan dakwaan tersebut pada 27 Februari mendatang.Skema subsidi tersebut menjamin para petani mendapatkan harga jual beras di atas harga pasar. Namun kebijakan ini telah memicu kemarahan kelompok antipemerintah. Menurut oposisi, kebijakan itu memicu korupsi, menguras anggaran negara dan menyebabkan menumpuknya persediaan beras yang tak bisa dijual. Berita dakwaan ini disampaikan beberapa jam setelah bentrokan berdarah antara aparat polisi antihuru-hara dan para demonstran antipemerintah di Bangkok. Tiga orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka dalam bentrokan itu. Korban jiwa adalah dua polisi dan seorang demonstran.Bentrokan berdarah ini terjadi saat polisi antihuru-hara melancarkan operasi untuk merebut kembali gedung-gedung pemerintah di Bangkok yang diduduki para demonstran. Dalam operasi ini, lebih dari 100 demonstran ditangkap polisi.Hampir tiga bulan terakhir ini, para demonstran terus bersikeras menuntut PM Yingluck mengundurkan diri. Kubu oposisi menuding pemerintahan Yingluck sebagai boneka kakaknya, mantan PM Thaksin Shinawatra. Para demonstran oposisi juga mendesak Yingluck untuk menyerahkan kekuasaan ke pemerintahan, sementara yang akan melakukan reformasi untuk menangani korupsi dan penyalahgunaan dana publik, sebelum pemilihan umum yang baru digelar. (AFP/dtc/x)