Washington (SIB)- Jaksa Agung Amerika Serikat Eric Holder mengingatkan para pegawai Departemen Kehakiman, termasuk agen-agen FBI dan DEA, untuk tidak menggunakan jasa pekerja seks komersial (PSK). Memo ini dikeluarkan di tengah sorotan atas skandal, yang melibatkan para agen federal, yang mengaku menghadiri pesta-pesta seks yang digelar kartel-kartel Amerika Latin. Dalam memonya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/4), Holder menegaskan, para staf pemerintah tidak boleh menyewa PSK, meskipun mereka ditugaskan di negara-negara yang melegalkan atau mentoleransi prostitusi. Menurut Holder, membayar pekerja seks akan mengancam misi inti Departemen Kehakiman, karena bisa menimbulkan pemerasan dan bisa mendukung perdagangan manusia."Bahkan sekalipun perdagangan seks legal, staf Departemen Kehakiman dilarang meminta, menyediakan atau menerima seks komersial," tulis Holder dalam memo bertanggal 10 April waktu setempat.Disebutkan Holder dalam memonya, para pegawai Departemen Kehakiman yang melanggar aturan ini akan mendapat skorsing atau bahkan pemecatan. Memo tersebut ditujukan ke lebih dari 100 ribu pegawai Departemen Kehakiman, termasuk mereka yang ada di FBI dan berbagai badan penegakan hukum yang kerap bekerja sama dengan pemerintahan asing.Bulan lalu, Departemen Kehakiman mengeluarkan laporan mengenai agen-agen badan antinarkoba AS, DEA yang menghadiri pesta seks bersama para pelacur yang dibayar oleh kartel-kartel narkoba setempat.Laporan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan lebih luas yang dilakukan menyusul skandal yang melibatkan para agen Secret Service AS yang menyewa para pelacur di Cartagena, Kolombia menjelang kunjungan Presiden Barack Obama ke negeri itu. (AFP/dtc/f)