Sanaa (SIB)- Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) membantu proses evakuasi warga negara asing yang terjebak konflik di Yaman. Sedikitnya ada 143 warga negara asing, termasuk dari Indonesia yang dievakuasi dari ibukota Sanaa dengan menggunakan pesawat yang disewa IOM. "Operasi (evakuasi) berjalan sukses dan membuka jalan untuk kelanjutan evakuasi lebih dari 16 ribu warga asing yang masih terjebak di Yaman," sebut IOM dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (13/4). Juru bicara IOM, Joel Millman menuturkan kepada AFP, sekitar 143 orang telah mengungsi dengan pesawat pada Minggu (12/4) waktu setempat. Pesawat terbang dari ibukota Sanaa di Yaman menuju Khartoum, Sudan. Sudan ada di sebelah barat Yaman, namun dipisahkan Laut Merah.Mereka yang dievakuasi berasal dari banyak negara, seperti Sudan, Ethiopia, Amerika Serikat, Nigeria, Korea Selatan, Suriah, Irak, Indonesia dan beberapa negara Eropa. Namun tidak disebut lebih lanjut jumlah orang untuk masing-masing negara. IOM hanya menyebut, ada 38 negara yang meminta bantuan kepada IOM untuk mengevakuasi warga mereka yang terjebak konflik di Yaman. IOM mengklaim pihaknya bekerja keras selama lebih dari seminggu untuk mendapatkan izin terbang. Bahkan beberapa orang telah menunggu selama beberapa hari di bandara Sanaa. Namun sekitar dua lusin warga asing yang telah mendapat izin untuk dievakuasi, tidak muncul di bandara ketika saatnya tiba untuk dievakuasi ke sluar dari Yaman."Semoga kita bisa lebih sedikit terorganisasi besok, ketika kita melakukan penerbangan selanjutnya," ucap koordinator evakuasi IOM di Uaman, Saba Malme dalam pernyataannya. "Kami dibanjiri permintaan dari para migran, warga dan keluarga dari orang-orang yang diyakini terjebak di Yaman," imbuhnya.Lebih lanjut, Malme menyatakan, IOM telah mengidenfitikasi sedikitnya 16 ribu orang yang harus segera dievakuasi, termasuk sekitar 5 ribu orang yang diyakini siap untuk dievakuasi dari Yaman. (AFP/dtc/h)