Sejumlah Pemimpin Tewas, Al Qaeda Sedang Sekarat

- Kamis, 16 April 2015 12:43 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib_-Sejumlah-Pemimpin-Tewas--Al-Qaeda-Sedang-Sekarat.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sejumlah anggota al Qaeda berjaga di pos pemeriksaan di kota Idlib, Selasa (14/4). Kekuatan kelompok teroris tersebut diperkirakan sedang sekarat menyusul tewasnya sejumlah pemimpin ideologi mereka.
AS (SIB)- Saat pertempuran melawan ISIS di Suriah dan Irak mendapat perhatian dunia, transformasi simultan tentang kemunduran Al Qaeda semakin kurang diperhatikan. Demikian tulisan wartawan CNN Peter Bergen dalam artikelnya, Selasa (14/4).Dalam pesan audio yang dirilis, Minggu, Al Qaeda memastikan bahwa dua dari para pemimpinnya, yang dikenal sebagai Ustad Ahmad Farooq dan Qari Abdullah Mansur, tewas dalam serangan pesawat tak berawak CIA pada Januari lalu di Waziristan Utara, dekat perbatasan Afganistan-Pakistan. Menurut Al Qaeda, nama asli Farooq adalah Raja Mohammad Suleman. Dia merupakan warga Pakistan yang bertindak sebagai penghubung kelompok itu ke Taliban Pakistan dan merupakan wakil komandan Al Qaeda cabang Asia Selatan. Bergen mencatat, nama asli Mansur adalah Qari Ubaidillah, seorang Pakistan yang mengawasi misi bunuh diri terhadap pasukan AS dan NATO di Afganistan.Al Qaeda cabang Asia Selatan relatif baru. Cabang itu diumumkan dengan sejumlah gembar-gembor pada September lalu oleh pemimpin tertinggi Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri. Pembentukan cabang Asia Selatan telah dilihat sejumlah pengamat terorisme sebagai upaya mencuri pusat perhatian dari ISIS, yang terlibat dalam sengketa terbuka dengan Al Qaeda untuk menjadi pemimpin gerakan jihad global.Menurut Bergen, kematian dua orang itu melanjutkan penyusutan jajaran pemimpin Al Qaeda. Hari Senin, di Kota Karachi, Pakistan selatan, komandan lokal Al Qaeda, Nurul Hassan, tewas dalam serangan, kata Arif Hanif, inspektur jenderal polisi wilayah itu.Adnan Shukrijumah, 39 tahun, dibesarkan di Florida, yang bertanggung jawab atas operasi Al Qaeda untuk menyerang Barat, tewas pada Desember lalu dalam operasi militer Pakistan. Pria kelahiran Texas, Mohanad Mahmoud Al Farekh, yang juga memainkan peran perencanaan bagi operasi Al Qaeda, ditangkap di Pakistan tahun lalu.Kematian Ubaidillah dan Suleman menggarisbawahi fakta bahwa hampir tidak ada pemimpin puncak Al Qaeda yang tersisa, kecuali al-Zawahiri. Baik Ubaidillah maupun Suleman merupakan warga Pakistan. Hal ini merupakan indikator betapa Al Qaeda telah menjadi kelompok yang sebagian besar berfokus pada Pakistan, dan semakin tidak mampu melakukan sesuatu yang signifikan di luar wilayah Pakistan atau Afganistan. Al Qaeda sudah hampir tidak punya kapasitas untuk melakukan serangan di Barat. Keberhasilan serangan Al Qaeda terakhir di Barat adalah pengebomanan sistem transportasi di London satu dekade lalu. Al Qaeda kini hanya menahan sejumlah sandera Amerika seperti pekerja bantuan Warren Weinstein yang berusia 73 tahun. Weinstein diculik dari rumahnya di kota Lahore Pakistan, tanggal 13 Agustus 2011.Yang pasti, afiliasi Al Qaeda yang berbasis di Yaman, yaitu Al Qaeda di Semenanjung Arab atau AQAP, terus menimbulkan ancaman bagi penerbangan Amerika. Kelompok tersebut telah membuat sejumlah bom yang sulit dideteksi, yang telah ditempatkan di penerbangan tujuan AS. Untungnya, bom-bom itu rusak atau terdeteksi. Kelompok itu juga melatih salah satu dari orang-orang bersenjata yang menyerang kantor majalah satire Charlie Hebdo di Paris pada Januari lalu. Serangan itu menewaskan 12 orang. Namun tidak jelas apakah AQAP punya peran langsung dalam perencanaan serangan tersebut.Menurut Bergen, saat ISIS terus menyedot warga Barat dan menginspirasi para teroris di Barat, inti organisasi Al Qaeda yang telah menewaskan hampir 3.000 orang dalam serangan 9/11 justru sedang sekarat. Konfirmasi Al Qaeda atas kematian Ubaidillah dan Suleman, kata dia, merupakan salah satu bukti baru untuk penilaian tersebut. TewasSementara itu, militan Al-Qaeda di Yaman mengakui salah satu pemimpinnya tewas akibat serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat. Tokoh senior yang tewas ini merupakan pemimpin ideologi dari militan yang biasa disebut Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) ini. Ibrahim al-Rubaish tewas bersama beberapa militan AQAP lainnya dalam serbuan pesawat tak berawak di Yaman, Senin (13/4) waktu setempat. Demikian disampaikan militan AQAP dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu 15/4).Pernyataan yang dirilis secara online oleh AQAP ini merujuk pada serangan pesawat tak berawak di Provinsi Hadramawt, Yaman bagian tenggara, yang menewaskan 6 anggota militan setempat yang tengah menumpang satu kendaraan. AS yang intelijennya menganggap AQAP sebagai salah satu militan paling berbahaya, merupakan satu-satunya negara yang mengoperasikan pesawat tak berawak atau drone di Yaman. Belum ada tanggapan dari AS terkait klaim AQAP ini. "(Rubaish) Telah menghabiskan dua dekade hidupnya untuk jihad, melawan Amerika dan agen-agennya," demikian pernyataan AQAP.Rubaish yang seorang warga Arab Saudi ini, berjihad di Afghanistan dan kemudian ditahan di penjara militer Guantanamo selama beberapa tahun, sebelum akhirnya dia bergabung dengan AQAP setelah bebas.Militan AQAP terbentuk tahun 2009, setelah terjadi penggabungan antara militan Al-Qaeda di Yaman dan Arab Saudi. Ketika Yaman dilanda konflik yang dipicu kelompok pemberontak Houthi, AQAP memanfaatkan situasi untuk memperluas wilayah kekuasaannya.Akhir-akhir ini, AQAP dilaporkan telah menguasai wilayah Mukalla, Provinsi Hadramawt setelah melakukan penyerbuan di sejumlah wilayah terhadap militer Yaman, yang tengah direpotkan oleh pemberontak Houthi. Bahkan sebelumnya Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter mengakui bahwa AQAP menjadi pihak yang paling diuntungkan dengan adanya konflik di Yaman. (CNN/kps.com/dtc/ r)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Ketua MUI Labura Ajak Umat Muslim Saling Hargai Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H

Luar Negeri

Rayakan Imlek, KAI Divre I Hadirkan Pertunjukan Barongsai di Stasiun Lubuk Pakam

Luar Negeri

Jalan Menuju Nias Utara Bagaikan Kubangan Kerbau, Hambat Aktivitas Warga

Luar Negeri

TI Asahan Gelar Seleksi Atlet Untuk Persiapan Kejuaran dan Porprovsu

Luar Negeri

Sarang Narkoba dan Judi di Jermal Ditindak, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Apresiasi Kinerja Kapolrestabes

Luar Negeri

Polres Labuhanbatu Sukseskan Senam Sehat dan Fun Run HPN 2026 di Rantauprapat