Negara Arab Mulai Bentuk Pasukan Regional Untuk Perangi ISIS

*Yordania Serukan Perlawanan Terhadap ISIS
- Kamis, 23 April 2015 16:23 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Kairo (SIB)- Para panglima angkatan bersenjata negara-negara Liga Arab, Rabu (22/4), mulai bekerja untuk membentuk sebuah pasukan regional yang ditujukan memerangi kelompok-kelompok militan termasuk Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).Pada Maret lalu, negara-negara anggota Liga Arab sudah sepakat untuk membentuk pasukan bersama, dengan para anggota diberi waktu empat bulan untuk memutuskan komposisi pasukan regional itu, aturan main, serta biaya yang dibutuhkan. Pertemuan yang membahas detil pembentukan pasukan regional Arab ini dipimpin panglima angkatan bersenjata Mesir Jenderal Mahmud Hegazi di markas Liga Arab di Kairo, Mesir.Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi sudah sejak lama menyerukan perlunya pembentukan pasukan regional Arab setelah ISIS mengeksekusi sekelompok umat Kristen Koptik Mesir di Libya pada Februari lalu, yang memicu pembalasan Kairo berupa serangan udara.Rencana itu semakin mendapatkan momentum setelah Arab Saudi dan sekutu-sekutunya menggelar serangan udara terhadap pemberontak Houthi dukungan Iran di Yaman. "Pembentukan pasukan gabungan Arab bukan untuk membentuk sebuah aliansi atau pasukan baru untuk menyerang negara lain. Namun, pasukan ini dibentuk untuk memerangi terorisme dan menjaga keamanan, perdamaian dan stabilitas kawasan," kata Ketua Liga Arab Nabil al-Arabi.Sementara itu, Jenderal Hegazy mengatakan terdapat sebuah kebutuhan untuk memerangi terorisme. Dia menambahkan pasukan regional ini juga bisa digunakan untuk melakukan intervensi dalam sebuah konflik bersenjata internal."Kami tak bisa mengabaikan konflik internal dan pertumbuhan organisasi teroris di negara-negara Arab. Dan sangat salah untuk berpikir bahwa konflik-konflik ini tak memiliki pengaruh terhadap negara Arab lainnya," ujar Hegazy. Pertemuan di Kairo ini akan menelurkan proposal kepada para pemimpin negara-negara Arab yang diharapkan bisa diratifikasi dalam waktu tiga bulan.Berkumpulnya para petinggi militer negara-negara Arab berlangsung saat Raja Abdullah dari Yordania menyerukan negara-negara Asia-Afrika untuk bekerja sama dan bersatu dalam upaya melawan kekejaman ISIS, yang disebutnya sebagai perusak Islam. Abdullah juga mendesak dukungan terhadap hak-hak Palestina sebagai negara yang berdaulat dan merdeka."Hari ini, semua kita, Muslim dan non-Muslim, melawan kekuatan jahat, melawan Khawarij, begundal, yang telah mencoreng Islam dengan ideologi sesat mereka," ujar Abdullah dalam pidatonya pada Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Rabu (22/4). Yordania sendiri telah merasakan kekejaman ISIS, khususnya saat pilot mereka Muath Kassesbeh dibakar hidup-hidup oleh ISIS yang menguasai beberapa wilayah Irak dan Suriah Februari lalu.Abdullah mengatakan bahwa ajaran Islam membawa kedamaian dan kemakmuran, bukan teror. Pesan-pesan perdamaian dalam Islam, terutama soal prinsip-prinsip keragaman, keterbukaan dan perdamaian bersama, telah mengikat umat Muslim di mana saja, dengan masyarakat dan negara-negara tetangga. "Islam mengajarkan kesetaraan umat manusia, pengampunan, penghormatan terhadap martabat semua orang dan hidup berdampingan sebagai tetangga yang baik," kata Abdullah.Dia menyerukan merapatkan barisan dengan meningkatkan kerja sama antar negara untuk mengatasi masalah ekstremisme, terutama perekonomian yang banyak digunakan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan paham mereka. "Saat ini adalah waktunya untuk memperkuat dan menegakkan integritas dan legitimasi wilayah tetangga kita," ujar Abdullah.Selain itu, Abdullah menyinggung soal Semangat Bandung yang menjadi landasan prinsip KAA 1955. Dia mengatakan, KAA 60 tahun lalu bertujuan untuk menegakkan hak-hak Palestina yang telah terjajah. Namun nyatanya, Palestina saat ini masih dalam belenggu pendudukan Israel."Ini adalah krisis dunia. Kegagalan menegakkan prinsip keadilan global telah menyebarkan sinisme dan perpecahan di seluruh dunia. Ini waktunya untuk menyelesaikan pekerjaan yang dimulai sejak lama. Mari bertindak sebagai satu kesatuan, demi penyelesaian yang adil dan berkesinambungan dari konflik Israel- Palestina," ujar Abdullah. (Detikcom/CNNIndonesia/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

1 Ramadan 1447 H Beda Penetapan, MUI Labura Ajak Umat Jaga Ukhuwah

Luar Negeri

Imlek 2026, Mal di Medan Dipadati Pengunjung dan Promo Diskon 70 Persen

Luar Negeri

Wanita 21 Tahun Curi Rokok di Grosir, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti

Luar Negeri

Jurtul Togel Ditangkap, Satreskrim Polres Tanjungbalai Sita Uang dan Buku Rekapan

Luar Negeri

Hujan Deras, Jemaah Tetap Penuhi Tarawih di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur

Luar Negeri

Ketua MUI Labura Ajak Umat Muslim Saling Hargai Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H