Oklahoma Wilayah Paling Rentan Gempa di AS

- Sabtu, 25 April 2015 16:12 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Los Angeles (SIB)- Para pakar geologi pemerintah AS mengakui sebagian besar wilayah Oklahoma sebagai daerah gempa bumi. Oklahoma yang sejak lama merupakan wilayah AS yang paling sering dilanda badai dengan julukan “lembah tornado”, kini berada di pusat zona bencana akibat perbuatan manusia. Wilayah ini paling sering dilanda gempa yang disebabkan oleh buangan air kotor dari produksi bahan bakar fosil.Pernyataan Survey Geologi AS, USGS, dikeluarkan sehari setelah para pakar geologi Oklahoma merilis laporan yang mencatat hubungan kuat antara peningkatan aktivitas gempa dengan pembuangan air kotor. Tahun lalu USGS menemukan hal serupa di negara bagian Colorado dan New Mexico.USGS mengatakan gempa karena ulah manusia ini semakin sering terjadi sejak 2009 bersamaan dengan peningkatan pemanfaatan sumber energi yang mempergunakan metode pengeboran bernama hydraulic fracturing, dimana air dan zat kimia disemburkan ke dalam formasi serpihan batu di bawah tanah untuk mengeluarkan minyak dan gas.Teknik ini, yang juga dikenal dengan nama “fracking,” menghasilkan volume air limbah dalam jumlah besar yang kemudian dimasukkan ke dalam sumur pembuangan. Tetapi para ilmuwan mengatakan fracking sendiri hanya sesekali menjadi penyebab langsung gempa yang terasa di permukaan tanah.Mark Peterson, ahli seismologi dan salah satu penulis laporan USGS, mengatakan bahwa Oklahoma setiap hari mengalami satu atau dua gempa dengan kekuatan 3,0 pada skala Richter atau lebih besar setiap hari. Sementara sebelum 2008, jumlah gempa yang terjadi hanya satu atau dua kali per tahun. “Ini satu ancaman bagi warga yang tinggal di wilayah itu,” kata Petersen. “Kini mereka tinggal di wilayah gempa.” Petersen mengatakan, meski jarang, gempa bumi berkekuatan di atas 5,0 skala Richter akibat produksi energi terjadi dua kali pada 2011 yaitu di Oklahoma dan Colorado.USGS juga mencatat 17 wilayah baru yang dinyatakan rentan terhadap gempa akibat pembuangan air kotor di bawah tanah dari produksi bahan bakar fosil. Ke-17 wilayah ini dicantumkan di peta resmi pertama USGS yang mencatat peningkatan jumlah gempa bumi yang disebabkan oleh kegiatan manusia yaitu air buangan dari injeksi sumur dalam untuk mencari minyak dan gas.Wilayah itu tersebar di wilayah tengah dan timur Amerika Serikat, dari Colorado hingga Ohio seperti Texas, Kansas, Arkansas dan Alabama. Peta gempa baru ini merupakan bagian dari studi model bahaya gempa akibat ulah manusia yang dirilis pada Kamis (23/4). (CNN Indonesia/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

1 Ramadan 1447 H Beda Penetapan, MUI Labura Ajak Umat Jaga Ukhuwah

Luar Negeri

Imlek 2026, Mal di Medan Dipadati Pengunjung dan Promo Diskon 70 Persen

Luar Negeri

Wanita 21 Tahun Curi Rokok di Grosir, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti

Luar Negeri

Jurtul Togel Ditangkap, Satreskrim Polres Tanjungbalai Sita Uang dan Buku Rekapan

Luar Negeri

Hujan Deras, Jemaah Tetap Penuhi Tarawih di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur

Luar Negeri

Ketua MUI Labura Ajak Umat Muslim Saling Hargai Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H