Filipina Seru ASEAN Hentikan Reklamasi Laut China Selatan

- Senin, 27 April 2015 14:39 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Manila (SIB)- Filipina menyerukan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara untuk mendesak Tiongkok agar menghentikan reklamasi di wilayah Laut China Selatan yang jadi sumber sengketa dalam pertemuan KTT ASEAN. Tiongkok mengklaim 90 persen wilayah Laut China Selatan yang kaya minyak dan gas, namun klaim yang sama juga dimiliki oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan yang menganggap beberapa area Laut China Selatan merupakan zona eksklusif ekonomi mereka.Hasil citra satelit terbaru yang dirilis beberapa waktu lalu menunjukkan Tiongkok secara pesat telah mereklamasi wilayah karang dan membangun landasan udara yang bisa digunakan untu keperluan militer di kepulauan Spratly yang jadi rebutan Tiongkok dan Filipina.Dalam pidatonya pada pertemuan 10 anggota ASEAN, Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario tidak menyebutkan nama Tiongkok secara langsung, namun mengatakan "tetangga utara" yang dengan cepat melaju melakukan reklamasi besar-besaran. "Apakah ini bukan waktunya bagi ASEAN untuk mengatakan kepada tetangga utara kita bahwa apa yang dilakukannya adalah salah dan bahwa reklamasi besar harus segera dihentikan?" ujar Rosario.Para menteri luar negeri bertemu menjelang pembukaan resmi KTT 10 negara ASEAN di Kuala Lumpur, Senin (27/4). Rosario mengatakan reklamasi kemungkinan akan selesai sebelum Tiongkok menyetujui Code of Conduct (CoC) yang akan dibuat untuk perkara Laut China Selatan.Sekretaris Jenderal ASEAN, Le Luong Minh, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara bahwa ia telah sangat mendesak ASEAN dan Tiongkok untuk menyimpulkan kode etik itu lebih awal. "Dalam konteks kesenjangan yang semakin besar antara jalur diplomatik dan situasi di laut, sangat mendesak sekarang bagi ASEAN dan Tiongkok untuk cepat menyimpulkan CoC, yang harus menjadi instrumen yang mengikat secara hukum dan instrumen yang dapat mencegah insiden seperti itu," katanya.Tapi tuan rumah KTT ASEAN, Malaysia, tampaknya cenderung menghindari mengkritik Tiongkok yang merupakan mitra dagang terbesarnya.Sengketa wilayah Laut China Selatan telah lama menjadi isu sensitif di negara-negara ASEAN, dan dikhawatirkan akan menjadi sumber konflik lebih lanjut. Tahun ini, Tiongkok berencana melipatgandakan anggaran belanja militernya, membuat negara-negara yang berpotensi konflik dengan negara tirai bambu itu makin gusar. (CNNIndo/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

1 Ramadan 1447 H Beda Penetapan, MUI Labura Ajak Umat Jaga Ukhuwah

Luar Negeri

Imlek 2026, Mal di Medan Dipadati Pengunjung dan Promo Diskon 70 Persen

Luar Negeri

Wanita 21 Tahun Curi Rokok di Grosir, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti

Luar Negeri

Jurtul Togel Ditangkap, Satreskrim Polres Tanjungbalai Sita Uang dan Buku Rekapan

Luar Negeri

Hujan Deras, Jemaah Tetap Penuhi Tarawih di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur

Luar Negeri

Ketua MUI Labura Ajak Umat Muslim Saling Hargai Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H