Beijing (SIB)- Otoritas China memeriksa seorang dokter senior yang juga direktur rumah sakit ternama di Provinsi Yunnan terkait kasus suap. Dokter ini diduga menerima suap dengan nilai total US$ 18 juta atau setara Rp 233 miliar, dalam bentuk tunai, rumah dan area parkir.Wang Tianchao, yang merupakan direktur rumah sakit nomor satu di Yunnan, menggunakan jabatannya untuk meminta suap. Dia memanfaatkan setiap proyek pembangunan, pengadaan peralatan medis serta penempatan posisi dokter untuk keuntungannya sendiri. Demikian seperti dilaporkan media setempat, China Daily dan dilansir Reuters, Selasa (28/4). Mahkamah Agung China menyebutkan Wang menerima suap dalam bentuk tunai senilai 35 juta yuan (Rp 73 miliar), kemudian dalam bentuk properti berjumlah 100 unit dengan nilai mencapai US$ 13 juta (Rp 168 miliar) dan juga dalam bentuk area parkir strategis.Para pasien sering mengeluhkan adanya suap untuk membantu mereka menemui dokter ternama di rumah sakit. Di sisi lain, orang-orang dalam rumah sakit mengakui bahwa uang suap tersebut perlu untuk membantu penjualan obat-obatan dan peralatan medis.Baik Wang maupun rumah sakit tempatnya bekerja tidak bisa dimintai komentar mengenai penyelidikan kasus ini. Namun terkait kasus ini, Wang telah dicopot dari jabatannya bulan lalu. Korupsi di sektor pelayanan kesehatan sudah sejak lama mewarnai China. Tahun lalu, perusahaan obat asal Inggris, GlaxoSmithKline PLC dihukum denda nyaris US$ 500 juta (Rp 6,4 triliun) karena menyuap sejumlah dokter demi meningkatkan penjualan obat-obatan. (Rtr/dtc/q)