ISIS Bunuh 5 Wartawan TV di Libya

- Rabu, 29 April 2015 13:54 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Tripoli (SIB)- Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan membunuh lima wartawan yang bekerja untuk televisi Libya. Jasad kelima wartawan ini ditemukan tergeletak tak bernyawa di hutan setempat. Seperti dilansir Reuters, Selasa (28/4), kelima wartawan itu dilaporkan menghilang sejak Agustus 2014 lalu. Mereka meninggalkan kota Tobruk setelah meliput inaugurasi anggota parlemen terpilih dan menuju ke Benghazi.Diketahui bahwa saat itu mereka menempuh perjalanan melalui Derna, wilayah yang rawan militan garis keras. Tidak disebut lebih lanjut identitas kelima wartawan itu. Menurut komandan militer distrik setempat, Faraj al-Barassi, militan setempat yang bersumpah setia kepada ISIS merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kematian lima wartawan itu. Jasad mereka ditemukan di sebuah lokasi di luar kota Bayda."Lima jasad dengan leher tergorok ditemukan di kawasan hutan Green Mountain," tutur Barrasi kepada Reuters, merujuk pada wilayah sepi penduduk di sebelah timur kota Benghazi.Barrasi tidak menyebut lebih lanjut kapan kira-kira kelima wartawan itu dibunuh. Media setempat melaporkan, kelima wartawan itu terdiri atas empat warga negara Libya dan satu warga negara Mesir. Mereka bekerja untuk Barqa TV, yang merupakan televisi Libya pendukung federalisme.Secara terpisah, Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) yang berbasis di Brussels, Belgia menyebutkan, kelima wartawan itu diculik di salah satu wilayah ISIS di Libya dan dihabisi nyawanya baru-baru ini. "Kami sangat terkejut dengan pembunuhan brutal ini," ucap Presiden IFJ, Jim Boumelha. "ISIS bermaksud untuk menakuti, tapi kami hanya bisa merasakan kesedihan besar dan ke depannya ingin melihat pembunuh mereka bertanggung jawab atas kejahatan ini," imbuhnya.Militan yang loyal terhadap ISIS memanfaatkan kekosongan keamanan di Libya, di mana dua kubu pemerintah dan parlemen mendukung kelompok bersenjata setempat untuk saling bertempur. Pemerintahan Libya yang diakui dunia internasional berbasis di wilayah timur semenjak ibukota Tripoli jatuh ke tangan musuhnya pada Agustus 2014 lalu. Inaugurasi anggota parlemen terpilih yang dipilih oleh wartawan-wartawan ini digelar di wilayah yang sama. (Rtr/dtc/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

1 Ramadan 1447 H Beda Penetapan, MUI Labura Ajak Umat Jaga Ukhuwah

Luar Negeri

Imlek 2026, Mal di Medan Dipadati Pengunjung dan Promo Diskon 70 Persen

Luar Negeri

Wanita 21 Tahun Curi Rokok di Grosir, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti

Luar Negeri

Jurtul Togel Ditangkap, Satreskrim Polres Tanjungbalai Sita Uang dan Buku Rekapan

Luar Negeri

Hujan Deras, Jemaah Tetap Penuhi Tarawih di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur

Luar Negeri

Ketua MUI Labura Ajak Umat Muslim Saling Hargai Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H