Kathmandu (SIB)- Tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang remaja pria dan seorang wanita dari dalam reruntuhan bangunan usai gempa di Nepal yang berkekuatan 7.9 SR. Kejadian ini merupakan salah satu kejadian langka dalam lima hari terakhir di Nepal.Seperti diberitakan AFP, Jumat (1/5), remaja tersebut bernama Pemba Tamang yang masih berusia 15 tahun. Sesaat dikeluarkan dari reruntuhan bangunan di Kathmandu, kerumunan masyarakat dan tim penyelamat bersorak-sorai girang. Sejam kemudian, tim penyelamat juga berhasil menyelamatkan Krishna Devi (30) dari reruntuhan hotel. Kegirangan usai evakuasi itu diluapkan oleh para tim penyelamat yang telah bekerja semalaman untuk menyelamatkan wanita malang itu.Dengan diselimuti debu, Pemba yang dilengkapi dengan penyangga leher dan terhubung infus diangkut ke atas tandu dan kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pemba hanya mengalami luka ringan dan sedikit memar. "Saya tidak pernah berpikir akan bisa keluar hidup-hidup," kata remaja itu tersebut.Pemba yang bekerja sebagai seorang bellboy di hotel mengatakan dirinya sedang menikmati makan siang saat tanah yang dipijaknya bergetar. "Saya mencoba lari dan tiba-tiba sesuatu menimpa kepala saya dan saya pingsan. Saya tidak tahu berapa lama," kata Pemba. "Ketika saya sadar, saya terperangkap di reruntuhan dan semuanya gelap," sambungnya. "Saya mendengar suara orang lain yang berteriak minta tolong di sekitar saya. Tapi saya tidak bisa apa-apa," lanjut Pemba.Selama terperangkap, Pemba menemukan sebotol mentega. "Saya tidak tahu dari mana asalnya," ujarnya. Sementara itu, juru bicara rumah sakit tempat Pemda dirawat mengatakan bahwa Pemba tidak memiliki luka serius. "Dia berada di bawah reruntuhan selama 120 jam dan ini tentunya hal yang terpanjang kami dapati berada di bawah puing dan masih hidup," jelasnya. "Saya tidak punya penjelasan logis. Ini adalah ajaib," lanjutnya. (AFP/dtc/d)