New York (SIB)- Seorang polisi di New York mengalami kondisi kritis setelah ditembak di bagian kepala. Brian Moore, 25 tahun, ditembak ketika akan bertanya kepada seorang tersangka dari mobil polisinya di Queens. RS Jamaica di New York mengatakan petugas polisi itu menjalani operasi empat jam setelah penembakan.
Polisi mengatakan tersangka, bernama Demitrius Blackwell, ditahan satu jam setelah kejadian. Komisioner polisi New York Bill Bratton, mengatakan Moore dan rekannya Erik Janssen berada di mobil , yang tidak diberi tanda polisi, ketika mereka melihat seorang pria memasukkan sesuatu dalam ikat pinggangnya.
Petugas polisi menghampirinya karena menduga pria tersebut membawa senjata. "Pria itu secara tiba-tiba mengambil senjata genggam dari bagian pinggangnya, mengarahkan ke petugas kemudian menembaknya kendaraan polisi selama beberapa kali, dan mengenai kepala Moore," kara Bratton.
Walikota New York Bill de Blasio mengatakan kepada wartawan : "Ini merupakan pengingat bahaya yang dihadapi oleh petugas polisi setiap hari." Moore berasal dari sebuah keluarga polisi dan penuh pengabdian, kata walikota. Media lokal melaporkan Blackwell baru-baru ini mendapat pembebasan bersyarat setelah dipenjara selama tujuh tahun dalam kasus upaya pembunuhan.
Insiden pada Sabtu (2/5) lalu, merupakan peristiwa penembakan polisi yang kelima di New York dalam waktu lima bulan terakhir. Pada Desember lalu, dua petugas tewas ditembak di mobil mereka di New York oleh seorang pria yang kemudian bunuh diri. Pria bersenjata dalam peristiwa akhir tahun lalu itu sebelumnya mengunggah pesan anti polisi di media sosial tetapi tidak ada indikasi motif yang sama dalam penembakan terakhir.
Penembakan terjadi ditengah ketegangan mengenai penggunaan kekuatan oleh polisi AS. Pada Jumat lalu, seorang jaksa di Baltimore mengumumkan dakwaan melawan enam petugas atas kematian Freddy Gray, seorang tahanan dalam van polisi.
Penembakan ini berselang kurang dari enam bulan setelah dua polisi New York ditembak dan dibunuh di Brooklyn. Wenjian Liu yang berusia 32 tahun dan rekannya Rafael Ramos yang berusia 40 tahun ditembak dari jarak dekat sewaktu mereka duduk di dalam mobil patrolinya di daerah Brooklyn tanggal 20 Desember 2014.
Tersangka yang berusia 28 tahun – Ismaaiyl Brinsley – lari menuju ke stasiun kereta api terdekat dan bunuh diri. Sebelum menyerang kedua polisi itu, Brinsley memasang pesan di Instagram-nya yang menyatakan ia berencana menembak dua “babi†untuk membalas kematian warga kulit hitam Eric Garner sebelumnya.
Serangan serupa terjadi tanggal 5 Januari lalu dimana dua polisi yang tidak berseragam dan merupakan bagian dari tim anti-kejahatan di Bronx ditembak. Masing-masing menderita dua luka tembakan senjata api.(BBC/h)