Jelang Pilpres AS 2016

3 Tokoh Partai Republik Jadi Kandidat Capres AS

* Partai Republik Desak Hillary Dukung Kesepakatan Dagang Obama
- Selasa, 05 Mei 2015 11:35 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib_3-Tokoh-Partai-Republik-Jadi-Kandidat-Capres-AS.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Miami (SIB)- Jumlah kandidat calon presiden Amerika untuk tahun 2016 terus bertambah dengan masuknya tiga tokoh terkemuka Partai Republik dalam arena persaingan pekan ini. Ahli bedah syaraf Ben Carson, Minggu waktu setempat, mengumumkan ikut dalam pemilihan calon presiden AS dari Partai Republik. Carson, warga Afro-Amerika yang besar di daerah miskin di Detroit namun terkenal setelah menjadi kepala bedah syaraf pediatrik pada rumah sakit terkemuka Rumah Sakit Johns Hopkins di Baltimore, memasukkan namanya dalam daftar gemuk calon presiden AS.

"Saya ingin menjadi bagian dari persamaan dan oleh karena itu saya mengumumkan pencalonan saya untuk menjadi Presiden Amerika Serikat," kata Carson yang sudah pensiun dari dunia kesehatan, kepada televisi WPEC di West Palm Beach, Florida. Carson tidak mengungkapkan prioritas-prioritas kebijakannya.

"Saya tidak 100 persen yakin politik biasa-biasa akan menyelamatkan kita," kata orang konservatif yang dulu mengernyitkan dahi saat dimintai pendapat soal kebijakan-kebijakan Presiden Barack Obama, khususnya dalam soal layanan kesehatan dan hak-hak homoseksual. "Saya kira kita sedang menghadapi masalah yang akut, situasi yang problematik."

Dia berbagung dengan tiga senator Republik --Ted Cruz, Rand Paul dan Marco Rubio-- yang sudah lebih dulu mengumumkan pencalonannya untuk Pilpres 2016 itu. Yang juga akan mencalonkan diri dari kubu Republik adalah mantan gubernur Florida Jeb Bush dan Gubernur Wisconsin Scott Walker.

Dari kubu Demokrat, salah seorang senator paling liberal di AS, Bernie Sanders dari negara bagian Vermont, pekan ini menyatakan akan mencalonkan diri untuk Demokrat guna menantang Hillary Clinton yang berasal dari sayap kiri partai ini. RealClearPolitics melaporkan 62 persen pemilih Demokrat memilih Clinton, dan hanya sekitar 6 persen mendukung Sanders.

Sementara Ketua DPR asal Partai Republik John Boehner menantang Hillary Clinton untuk membantu Gedung Putih membuat Kongres meloloskan undang-undang perdagangan dengan menyatakan dukungannya. Anggota DPR AS sedang berdebat tentang undang-undang yang akan memberi Presiden Barack Obama otoritas “mempercepat”perundingan seperti Kemitraan-Trans-Pasifik dengan 12 negara atau TPP.

Sektor perdagangan merupakan isu yang mana Gedung Putih mendapat dukungan dari Partai Republik yang jarang terjadi, namun ditentang oleh Partai Demokrat. “Dia (Hillary) tidak bisa berdiam diri dan membiarkan presiden bergerak karena angin yang berhembus di sini,” ujar Boehner dalam acara televisi “Meet the Press, Minggu (3/5).

Boehner mengatakan Clinton, yang telah mencalonkan diri untuk menjadi kandidat presiden Partai Demokrat dalam pemilu 2016 dan mantan menteri luar negeri, mendukung otoritas mempercepat dan juga TPP, tetapi “dia tidak mau menyatakannya.”

Gedung Putih mengatakan kesepakatan perdagangan bebas membuka pasar baru bagi barang produksi Amerika Serikat, dan membantu dunia usaha berkompetisi di luar negeri. Namun banyak pihak di Partai Demokrat dan pendukungnya seperti serikat buruh, mengatakan kesepakatan ini membantu perusahaan-perusahaan besar tetapi mengorbankan lapangan pekerjaan di Amerika.

Hillary Clinton belum mengemukakan dengan jelas posisinya dalam perundangan otoritas mempercepat dan kesepakatan TPP dengan Asia. Dia baru-baru ini menyatakan bahwa setiap kesepakatan dagang “harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan upah serta kemakmuran dan melindungi keamanan kita.”

James Clyburn, salah satu pemimpin Partai Demokrat di DPR, mengatakan tidak tahu apakah ada 20 suara dari 188 anggota Kongres dari Partai Demokrat yang mendukung perundangan otoritas mempercepat atau disebut sebagai Otoritas Promosi Perdagangan, TPA. “Pada kenyataannya presiden memerlukan bantuannya agar bisa mendapatkan suara Demokrat di DPR dan Senat agar rancangan undang-undang itu lolos,” kata Boehner.

Partai Republik memiliki 244 kursi di DPR, tetapi tidak semua mendukung kesepakatan dagang; sekutu Boehner memperkirakan hanya akan mendapatkan 180 hingga 200 suara dari Partai Republik untuk memilih TPA. Boehner mengatakan bahwa semua pemimpin Partai Demokrat di Kongres menentang posisi presiden dalam masalah ini. “Kami menjadi mayoristas di DPR dan Senat, tetapi kami tidak bisa meloloskannya sendiri,” ujar Boehner. (VOA) (VOA/Ant/AFP/w)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

PT Medan Perberat Uang Pengganti Akuang Jadi Rp856,8 Miliar dalam Kasus Korupsi Suaka Margasatwa Karang Gading

Luar Negeri

1 Ramadan 1447 H Beda Penetapan, MUI Labura Ajak Umat Jaga Ukhuwah

Luar Negeri

Imlek 2026, Mal di Medan Dipadati Pengunjung dan Promo Diskon 70 Persen

Luar Negeri

Wanita 21 Tahun Curi Rokok di Grosir, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti

Luar Negeri

Jurtul Togel Ditangkap, Satreskrim Polres Tanjungbalai Sita Uang dan Buku Rekapan

Luar Negeri

Hujan Deras, Jemaah Tetap Penuhi Tarawih di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur