Badan Intelijen Jerman dan NSA Dituding Memata-Mata Eropa

- Selasa, 05 Mei 2015 11:44 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Berlin (SIB)- Seorang jaksa penuntut Jerman akan menyelidiki tuduhan bahwa badan intelijen luar negeri Jerman, BND, melanggar hukum karena membantu Amerika Serikat memata-matai para pejabat dan perusahaan Eropa seperti Airbus.

Juru bicara kantor kejaksaan federal Jerman membenarkan laporan-laporan media bahwa satu penyelidikan telah dilancarkan, sementara para politisi oposisi menuntut informasi lebih lengkap terkait skandal dalam pemerintah Kanselir Angela Merkel yang mulai terungkap ini. “Satu penyelidikan awal telah dimulai,” ujar juru bicara itu. Sementara itu, jaksa federal Haral Range akan ditanyai oleh satu komite parlemen yang memeriksa skandal ini pada Rabu (6/5) mendatang.

Majalah Der Spiegel mengatakan, BND membantu Badan Keamanan Nasional AS, NSA, selama setidaknya 10 tahun. Perilaku yang dituduhkan itu memperlakukan Jerman dan membuat marah sejumlah pihak di negara dimana pengawasan merupakan topik sensitif setelah Nazi dan dinas rahasia Jerman Timur Stasi melakukannya secara berlebihan.

Majalah ini juga melaporkan bahwa pada 2013, BND memerintahkan stafnya untuk menghapus 12 ribu internet “selectors” — alamat IP, alamat surat elektronik dan nomor telpon pejabat pemerintah Jerman- yang diawasi atas permintaan NSA.

Anggota partai Hijau dan Kiri yang beroposisi di parlemen telah meminta lebih banyak informasi dari pemerintah Merkel terkait bantuan BND untuk NSA. Media jerman megnatakan ada indikasi bahwa para pemerintah dan badan Uni Eropa, terutama Perancis, merupakan sasaran mata-mata BND bagi NSA. “Situasi ini tampaknya mengarah ke dimensi kejahatan,” ujar Christian Stroebele, anggota senior partai Hijau, seperti dikutip koran Rheinische Post.

Pada Kamis, (30/4), Airbus Group AIR. PA mengatakan pihaknya berencana mengajukan keberatan kepada pihak berwenang Jerman terkait laporan bahwa badan intelijen luar negeri negara itu membantu Amerika Serikat memata-matai perusahaan itu dan perusahaan Eropa lain.

Inti kontroversi ini adalah cakupan kerjasama antara BND dan NSA yang dimulai pada 2002 setelah serangan 11 September 2001, dan sejak kapan kantor Kanselir mengetahui kegiatan BND tersebut. Hal ini merupakan isu yang sensitif di Jerman karena pada 2013 Merkel dan banyak warga negara itu bereaksi keras atas laporan bahwa NSA sejak lama menyadap ponsel Merkel. “Memata-matai teman sendiri sama sekali tidak bisa diterima,” ujar Merkel saat itu. (CNN Indonesia/w)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

PT Medan Perberat Uang Pengganti Akuang Jadi Rp856,8 Miliar dalam Kasus Korupsi Suaka Margasatwa Karang Gading

Luar Negeri

1 Ramadan 1447 H Beda Penetapan, MUI Labura Ajak Umat Jaga Ukhuwah

Luar Negeri

Imlek 2026, Mal di Medan Dipadati Pengunjung dan Promo Diskon 70 Persen

Luar Negeri

Wanita 21 Tahun Curi Rokok di Grosir, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti

Luar Negeri

Jurtul Togel Ditangkap, Satreskrim Polres Tanjungbalai Sita Uang dan Buku Rekapan

Luar Negeri

Hujan Deras, Jemaah Tetap Penuhi Tarawih di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur