Doha (SIB)- Pemerintah Qatar, Senin (4/5), menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar AS dengan perusahaan pertahanan Perancis, Dassault untuk membeli 24 unit jet tempur Rafale. Kesepakatan itu ditandatangani CEO Dassault Eric Trappier dan Jenderal Ahmed al-Maliki, yang bertanggung jawab atas negosiasi bernilai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 91 triliun itu. Dalam upacara penandatanganan kesepakatan itu, Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan Qatar telah membuat "pilihan yang bagus" dalam hal pembelian pesawat tempur.
Menteri Pertahanan Qatar Hamin bin Ali al-Attiyah dan rekannya dari Perancis Jean-Yves Le Drian juga menandatangani kesepakatan terpisah. Dalam kesepakatan itu, Perancis akan melatih 36 pilot Qatar dan 100 teknisi yang nantinya akan menerbangkan dan merawat ke-24 jet Rafale itu. "Kesepakatan ini merupakan kesuksesan bagi Dassault dan hasil kerja keras tim kami," ujar CEO Dassault, Eric Trappier.
Setelah bertugas bertahun-tahun gagal menjual satupun jet Rafale ke luar negeri, Dassault belakangan mencetak serangkaian kesuksesan penjualan antara lain dengan Mesir, India dan yang terbaru Qatar. Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius belum lama ini mengatakan pembicaraan dengan pemerintah Uni Emirat Arab terkait rencana pembelian pesawat ini juga menuju "ke arah yang benar". (kps/w)