Moskow (SIB)- Rusia memperingati 70 tahun kemenangan Rusia atas Nazi Jerman, yang menandai pula berakhirnya Perang Dunia II di Eropa, Sabtu (9/5), dengan parade megah yang melibatkan 19 ribu tentara, 200 kendaraan perang, serta 150 pesawat dan helikopter. Peringatan tahun ini diperkirakan menjadi yang terakhir di mana para veteran perang masih hidup untuk merayakannya.
Dilansir CNN, para pemimpin dunia seperti Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Kuba Raul Castro, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, tampak menghadiri acara ini. Sementara itu, kebanyakan pemimpin negara Barat memboikot acara ini, terkait konflik Ukraina yang menurut mereka disulut oleh Rusia.
Dalam pidatonya di Lapangan Merah di Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan tribute bagi mereka yang tewas dalam konflik dan di kamp konsentrasi Nazi sebelum mengheningkan cipta. Putin mengatakan bahwa para veteran adalah “pahlawan sesunggguhnya†dari perayaan itu. “Hari ini anak-anak kalian dan cucu-cucu kalian berterima kasih pada kalian atas kemenangan, untuk masa depan negara,†ujar Putin.
Dalam pidatonya Putin yang telah berkuasa selama 15 tahun itu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pasukan sekutu. “Kemenangan ini, selamanya akan menjadi keberanian tertinggi yang tercatat dalam sejarah negara kita. Tapi kita juga harus mengingat, sekutu kita di koalisi anti-Hitler. Kami berterima kasih kepada rakyat Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat untuk kontribusi mereka,†kata Putin dalam pidatonya..
Setelah menyambut para pemimpin negara-negara yang hadir, Putin meminta hadirin untuk mengheningkan cipta mengenang para korban yang jatuh selama Perang Dunia Kedua. Setelah memberi penghormatan kepada para veteran perang, lagu kebangsaan Rusia berkumandang dan parade pun dimulai.
Parade ini melibatkan 16.500 orang tentara, 200 unit kendaraan tempur, dan 140 unit helikopter dan pesawat tempur. Selain itu, pasukan dari 10 negara yang hadir juga ikut ambil bagian. Di antara negara-negara yaitu China, Serbia, dan Mongolia.
Setelah unit infanteri membuka parade selanjutnya giliran kendaraan tempur Rusia mencuri perhatian. Seperti yang telah digambar gemborkan sebelumnya, berbagai kendaraan tempur mutakhir seperti Kurganetz, Tank T-14 Armata, hingga sistem pertahanan misil terbaru S-400 dipamerkan dalam parade ini.
Tidak ketinggalan armada udara Rusia yang terdiri dari helikopter, pesawat tempur dan pesawat pengebom memeriahkan langit di atas Lapangan Merah.
Helikopter tempur Mi-35M dan Ka-52s muncul bersama dengan pengebom Tu-160, dan Tu-95M serta jet tempur Su-30M, Su-35. Rangkaian parade ditutup dengan aksi akrobat udara lima unit Su-27 dan empat unit Mig-29.
Negara-negara Eropa juga memperingati 70 Tahun Kemenangan atas Nazi Jerman. Kemenangan yang disebut juga dengan Victory on Europe Day (VE Day) dirayakan di seantero Eropa. Kota Gdansk atau Danzig di Polandia, tempat di mana serangan pertama Jerman dilakukan pada 1 September 1939, memulai perayaannya dengan 21 tembakan meriam yang dilakukan dari Semenanjung Westerplatte.
Upacara peringatan di Gdansk ini semula diadakan sebagai alternatif bagi para pemimpin negara-negara Eropa Barat yang memboikot parade V Day Rusia. Namun para pemimpin Eropa tersebut tampaknya mengadakan acara peringatan di negara mereka masing-masing.
Meski begitu Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki moon, Presiden Uni Eropa Donald Tusk, Presiden Ukraina Petro Poroshenko, dan beberapa kepala negara Eropa Timur tampak hadir dalam upacara peringatan tersebut. Dalam pidatonya, Sekjen Ban memuji persatuan dan keberanian para prajurit dan serta negara-negara dalam Perang Dunia Kedua yang pada akhirnya menghasilkan kemenangan dari ancaman Nazi di Eropa.
“Tahun-tahun buruk yang panjang dalam Perang Dunia Kedua adalah waktu terjadinya kekejian yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, hilangnya keyakinan, dan hilangnya rasa kemanusiaan. Perang itu menimbulkan kerugian bagi banyak negara termasuk negara-negara yang hadir di sini, terutama generasi muda mereka,†kata Ban.
Perayaan VE Day juga dilakukan di Prancis. Presiden Prancis Francois Hollande bersama dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry meletakkan karangan bunga di makam para prajurit tak dikenal di Arc de Triomphe. Inggris yang baru saja menyelesaikan pemilihan umum mereka telah lebih dahulu melakukan peringatan ini dengan mengheningkan cipta dan peletakan karangan bunga oleh Pengeran Andrew dan Perdana Menteri yang baru saja terpilih kembali David Cameron di tugu peringatan di Whitehall, London.
Jerman sebagai pihak yang kalah dalam Perang Dunia Kedua memperingati VE Day. Anggota parlemen Jerman bertemu pada 8 Mei 2015 untuk mengenang peristiwa itu. Dalam pidatonya, Ketua Parlemen Jerman atau yang biasa disebut Bundestag, Norbert Lammert menyebut VE Day adalah sebuah hari kebebasan bagi bangsa Jerman.
“Pada 8 Mei, sebuah perang yang dimulai oleh rezim Jerman dengan maksud jahat telah berakhir,†kata Lammet. Dalam kesempatan tersebut para pejabat yang berpidato juga memberikan penghormatan mereka tentara Soviet dan pasukan sekutu yang mengalahkan Hitler.
Agak berbeda dengan Rusia, perayaan kemenangan dalam Perang Dunia Kedua di Eropa diperingati setiap tanggal 8 Mei. Hal ini dikarenakan penandatanganan pernyataan menyerah Jerman yang ditandatangani di sebagian besar negara Eropa Barat dilakukan pada 7 Mei 1945 dan efektif berlaku pada 8 Mei 1945. Sedangkan waktu Rusia menunjukkan penyerahan itu dilakukan pada 8 Mei 1945 lewat tengah malam, sehingga dianggap waktu penyerahan terjadi pada 9 Mei 1945. (CNN Indonesia/BBC/ r)