Moskow (SIB)- Presiden Rusia Vladimir Putin Minggu (10/5) kembali menyatakan krisis Ukraina hanya bisa diselesaikan melalui dialog politik.
"Saya yakin bahwa penyelesaian jangka-panjang yang dapat diandalkan hanya bisa dicapai dengan mengadakan dialog langsung antara Kiev, (kedua republik yang memproklamasikan diri secara sepihak) Donetsk dan Lugansk," kata Putin selama pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel --yang sedang berkunjung-- di Kremlin.
Putin menambahkan penting bagi semua pihak untuk berpegang pada penerapan penuh kesepakatan gencatan senjata Minsk.
"Ada alasan untuk percaya bahwa proses Minsk bergerak, walaupun dengan susah-payah," kata Putin, yang dikutip Interfax.
"Situasi di Ukraian Tenggara menjadi lebih stabil setelah 12 Februari, ketika pembicaraan forman Normady diselenggarakan di Ibu Kota Belarusia, Minsk, meskipun ada masalah," kata Presiden Rusia itu, sebagaimana dikutip Xinhua , Senin (11/5).
Meskipun menyampaikan harapan bagi Kelompok Kontak tiga-pihak mengenai krisis Ukraina, ia berikrar akan memanfaatkan semua pengaruh yang mungkin dimilikinya atas Donetsk dan Lugansk guna menjamin keberhasilan pekerjaan sub-kelompok itu.
Ia juga menyatakan keberhasilan penyelesaian damai di Ukraina terutama tergantung atas Pemerintah Kiev, dan menyerukan pembaruan undang-undang dasar serta pemulihan ekonomi di negeri itu.
Merkel sependapat bahwa Jerman dan Rusia akan terus bekerja bagi "pemulihan kedaulatan dan keutuhan wilayah Ukraina", dan akan mendukung misi pemantauan dari Organisasi bagi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE).
Ada kemungkinan untuk membuat kemajuan guna menyelesaikan krisis Ukraina, kata Merkel. Ia mendesak semua pihak terkait untuk melakukan apa saja yang mungkin guna meningkatkan kondisi kemanusiaan di Wilayah Donbass di bagian timur negeri tersebut. (Xinhua/Ant/c)