Pakistan Beri Penghargaan kepada Istri Dubes RI dan Diplomat Korban Heli Jatuh

- Rabu, 13 Mei 2015 16:24 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Islamabad (SIB)- Pemerintah Pakistan memberikan penghargaan tertinggi bagi dua duta besar asing dan dua istri duta besar, termasuk istri Dubes RI Heri Listyawati yang tewas dalam insiden helikopter jatuh, pekan lalu. Penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan bagi korban tewas. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengumumkan pemberian penghargaan ini dalam upacara memorial yang digelar di Islamabad pada Selasa (12/5). Penghargaan tertinggi bagi warga sipil diberikan kepada Dubes Norwegia Leif H Larsen, Dubes Filipina Domingo D Lucenario Jr, istri Dubes Malaysia Habibah binti Mahmud dan istri Dubes RI Heri Listyawati.

Keempatnya tewas bersama dua pilot dan satu awak dalam insiden tragis yang terjadi di Naltar, Gilgit-Baltistan pada Jumat (8/5) lalu. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (12/5).

"Sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian mereka, untuk kontribusi mereka terhadap hubungan bilateral yang erat, saya merekomendasikan kepada Presiden untuk menganugerahkan penghargaan keberanian sipil kami, Sitara-e-Pakistan, kepada Dubes Larsen dari Norwegia, Dubes Lucenario dari Filipina, Madam Habibah binti Mahmud dari Malaysia dan Madam Heri Listyawati dari Indonesia," ujar PM Sharif dalam pidatonya yang disampaikan televisi setempat. 

"Mari kita menundukkan kepala untuk berdoa kepada Yang Maha Kuasa bagi jiwa-jiwa yang telah pergi. Semoga keluarga mereka diberi kekuatan untuk menghadapi kehilangan ini. Mari kita juga berdoa untuk kesembuhan seluruh rekan kita, baik yang mengalami luka-luka maupun yang sedang menjalani perawatan," imbuhnya.

Helikopter militer jenis MI-17 yang membawa 17 orang, yang terdiri atas 11 warga asing dan 6 warga Pakistan jatuh di wilayah Naltar. Helikopter itu merupakan salah satu dari tiga helikopter yang membawa delegasi diplomat asing yang hendak mengikuti perjalanan 3 hari ke Gilgit-Baltistan, yang rencananya diisi dengan kunjungan ke sebuah proyek pemerintah dan bertemu dengan PM Sharif.

Otoritas militer dan Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut, kecelakaan tersebut dipicu oleh gangguan teknis pada helikopter, yang terjadi ketika helikopter akan mendarat. Kecelakaan ini merupakan kecelakaan udara terburuk sejak tahun 2012, setelah pesawat penumpang Boeing 737 jatuh di Islamabad dan menewaskan 130 orang. Kemudian pada tahun 1988 lalu, kecelakaan pesawat menewaskan pemimpin militer Pakistan, Jenderal Zia-ul-Haq dan juga Duta Besar AS saat itu, Arnold Raphel. (AFP/dtc/h)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

PT Medan Perberat Uang Pengganti Akuang Jadi Rp856,8 Miliar dalam Kasus Korupsi Suaka Margasatwa Karang Gading

Luar Negeri

1 Ramadan 1447 H Beda Penetapan, MUI Labura Ajak Umat Jaga Ukhuwah

Luar Negeri

Imlek 2026, Mal di Medan Dipadati Pengunjung dan Promo Diskon 70 Persen

Luar Negeri

Wanita 21 Tahun Curi Rokok di Grosir, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti

Luar Negeri

Jurtul Togel Ditangkap, Satreskrim Polres Tanjungbalai Sita Uang dan Buku Rekapan

Luar Negeri

Hujan Deras, Jemaah Tetap Penuhi Tarawih di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur