Singapura Sediakan Dana Rp2,6 Miliar untuk Bantu Imigran Rohingya

- Senin, 25 Mei 2015 20:17 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Singapura (SIB)- Pemerintah Singapura menyiapkan dana bantuan mencapai US$200 ribu, atau sekitar Rp2,6 miliar untuk mendukung sejumlah negara yang memberikan bantuan bagi pengungsi Rohingya. Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugam menyatakan bantuan keuangan tersebut merupakan bagian dari inisiatif negara-negara ASEAN. Singapura, sebagai salah satu negara ASEAN, ingin berpartisipasi dalam membantu persoalan eksodus besar-besaran etnis Rohingya dari Myanmar dan warga Bangladesh. 

"Singapura peduli dengan situasi ini, dan menyambut baik upaya Indonesia dan Malaysia yang bersedia untuk menyediakan tempat penampungan sementara untuk pengungsi Rohingya," kata Shanmugam, dikutip dari Channel NewsAsia, Minggu (24/5).

Shanmugam menambahkan bahwa Singapura siap mempertimbangkan bantuan lebih lanjut, jika terdapat permintaan khusus dari negara yang membantu pengungsi Rohingya dan Bangladesh. Shanmugam menyatakan bantuan kepada pengungsi Rohingya dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu memberikan bantuan kepada para pengungsi yang hingga kini masih terkatung-katung di tengah laut di dalam perahu reyot, dan membantu memecahkan akar permasalahan mereka. 

Untuk itu, lanjut Shanmugam, publik internasional perlu mencermati kondisi di negara asal dan menindak tegas para penyelundup yang menempatkan pengungsi dalam kondisi kehidupan yang mengerikan. "Ini adalah masalah yang lebih serius, karena puluhan ribu pengungsi dapat menderita," kata Shanmugam. 

Shanmugam menekankan bahwa negara asal para imigran harus bertanggung jawab atas permasalahan ini. Namun, Shanmugam menambahkan bahwa negara-negara ASEAN bersama dengan komunitas internasional perlu mengatasi masalah ini.

Sebelumnya, pemerintah Singapura menyatakan mereka tak dapat menampung para pengungsi dan pencari suaka karena lahan yang terbatas di negara tersebut. Sejak pekan lalu, tercatat setidaknya 1.700 imigran Rohingya dan Bangladesh yang terdampar di beberapa kabupaten di Aceh.

Karena Indonesia belum meratifikasi Konvensi PBB tahun 1951 soal pengungsi, Kementerian Luar Negeri saat ini masih menunggu hasil verifikasi yang dilakukan badan pengungsian PBB, UNHCR, soal status imigran tersebut. Jumlah keseluruhan imigran di Indonesia yang saat ini menunggu resettlement atau pemukiman kembali mencapai angka 12 ribu jiwa.

Usai pertemuan tiga negara yang dilangsungkan di Malaysia, Rabu (20/5), Malaysia dan Indonesia sepakat menawarkan tempat penampungan sementara kepada imigran Myanmar dan Bangladesh yang masih terkatung-katung di lautan lepas yang diperkirakan berjumlah sekitar 7.000 orang. Meskipun demikian, kedua negara juga menegaskan tidak akan menampung lebih banyak lagi imigran.

Sementara, pemerintah Thailand menyatakan tidak akan menampung imigran dan hanya akan menyalurkan bantuan di laut. Meski begitu, Thailand tidak akan mendorong mereka ke luar perairan Thailand seperti sebelumnya. (ChannelNewsAsia/CNNIndo/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

13 Ruko di Medan Labuhan Terbakar

Luar Negeri

Jelang Ramadan 1447 H, PT Socfindo Aek Loba Berbagi Tali Asih kepada Warga Kurang Mampu di Desa Sengonsari

Luar Negeri

Sambut Ramadan 1447 H, Lapas Rantauprapat Bakti Sosial Bersihkan Pekarangan Masjid Raya Al-Ikhlas

Luar Negeri

15 Rumah Terendam Banjir di Aekkanopan

Luar Negeri

Mayat Pria Ditemukan di Jalan Bintang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Luar Negeri

Kepala LLDikti I Sebut Politeknik Unggul LP3M Taat Asas, Tepis Isu Kampus Tutup dan Fitnah Korupsi