Sanaa (SIB)- Pertempuran masih terus terjadi di Yaman, antara pemberontak Syiah Houthi dengan milisi dan tentara pemerintah. Pertempuran terbaru dilaporkan menewaskan Gubernur Sanaa, ibukota Yaman, yang hendak ditangkap Houthi. Gubernur Sanaa, Abdulghani Jamil bersama keponakannya Nasr Jamil tewas setelah mengalami luka-luka dalam bentrokan pada Kamis (28/5) malam. Bentrokan terjadi antara ajudan Jamil dengan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Demikian disampaikan kerabat Jamil seperti dilansir AFP, Sabtu (30/5).
Jamil ditunjuk oleh Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, untuk menjadi Gubernur Sanaa. Ketika Houthi menyerang Sanaa dan Aden, Presiden Hadi melarikan diri ke Arab Saudi bersama jajaran pemerintahannya. Namun Jamil masih berada di Yaman. "Houthi menginginkan Jamil untuk menyerahkan diri," tutur kerabatnya. Ketika Jamil menolak untuk menyerahkan diri, terjadilah bentrokan tersebut.
Pemberontak Houthi yang bersekutu dengan milis loyalis mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, menguasai Sanaa sejak September 2014 lalu. Lebih dari 2 bulan terakhir, koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi membombardir Houthi di Yaman, untuk mengusir pemberontak itu keluar dari Yaman. Yang terbaru, serangan koalisi Saudi pada Jumat (29/5), mengenai posisi Houthi di Provinsin Marib dan dilaporkan menewaskan 3 pemimpin lokal Houthi. (AFP/dtc/h)