Abuja (SIB)- Nigeria memiliki presiden baru, yakni Muhammadu Buhari yang baru dilantik pekan ini. Sebagai presiden baru, Buhari bersumpah akan menangani berbagai permasalahan yang dialami Nigeria, termasuk Boko Haram yang terus melancarkan serangan teror. Buhari terpilih menjadi Presiden Nigeria yang baru setelah mengalahkan kandidat incumbent Goodluck Jonathan dalam pemilu pada 28 Maret lalu. Kemenangan Buhari ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah Nigeria, di mana kandidat oposisi mengalahkan kandidat incumbent.
Seperti dilansir AFP, Sabtu (30/5), Buhari resmi menjabat Presiden Nigeria untuk periode empat tahun ke depan, setelah mengambil sumpah di hadapan Menteri Kehakiman Nigeria pada Jumat (29/5) waktu setempat. Dalam pidatonya, Buhari mengaku memahami tantangan besar yang menantinya.
Namun dia memberitahu rakyatnya bahwa: "Kita akan menanganinya dengan tegas... Kita tidak boleh menyerah pada keputusasaan dan kekalahan. Kita bisa memperbaiki masalah kita." "Pemerintahan yang baru memenuhi diri dengan niat baik dan harapan yang tinggi... Kita memiliki kesempatan. Mari kita mengambilnya," imbuhnya.
Buhari yang seorang muslim taat ini menyatakan kecaman bagi Boko Haram, yang mendalangi banyak kekerasan di Nigeria. Dia bahkan menjanjikan segala upaya untuk membebaskan korban-korban penyanderaan Boko Haram, termasuk anak-anak sekolah dari Chibok. "Kelompok yang tidak memiliki dasar pemikiran, kelompok yang tidak bertuhan, yang sangat jauh dari Islam," sebut Buhari.
Buhari yang juga mantan komandan militer Nigeria ini dilantik selang 32 tahun setelah dirinya mendalangi kudeta militer pada tahun 1983 lalu. Sesaat sebelum dilantik, Buhari berjabat tangan dengan presiden yang dilengserkannya dalam kudeta, Shehu Shagari dan juga dengan jenderal militer yang melengserkannya sekitar 20 bulan kemudian, Ibrahim Babangida. Buhari menyebut dirinya sebagai seorang demokrat yang insaf dan bersumpah akan memimpin pemerintahan yang berkomitmen terhadap kebutuhan 173 juta rakyat Nigeria. (AFP/dtc/h)