Washington (SIB)- Lagi-lagi, penerbangan domestik dan internasional di Amerika Serikat (AS) diancam bom. Sedikitnya 5 ancaman bom mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah AS sepanjang Selasa (2/6). Meskipun akhirnya terbukti bahwa ancaman itu hanyalah hoax dan tidak ada bahan peledak yang ditemukan. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (3/6).
Pesawat US Airways nomor penerbangan 648 terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Philadelphia pada Selasa (2/6) waktu setempat. Juru bicara induk perusahaan US Airways, American Airlines Group Inc, Victoria Lupica menuturkan, pendaratan pesawat yang membawa 88 penumpang dan lima awak ini disebabkan oleh adanya ancaman keamanan. Namun ketika polisi memeriksa pesawat tersebut, seperti dilaporkan televisi Philadelphia, 6ABC, tidak ditemukan adanya bahan peledak.
Media AS lainnya, NBC dan CNN melaporkan bahwa beberapa penerbangan komersial lainnya juga menerima ancaman bom pada hari yang sama, yakni Selasa (2/6). Penerbangan yang dimaksud antara lain, pesawat United Airlines tujuan Chicago, kemudian pesawat Delta Air Lines tujuan Atlanta dan pesawat Volaris dari Portland menuju ke Guadalajara, Meksiko.
Pesawat-pesawat itu mendarat dengan selamat dan telah menjalani pemeriksaan, yang hasilnya tidak ada temuan bahan peledak. Juru bicara United Airlines, Charles Hobart menuturkan, otoritas AS telah menyatakan pesawat dengan nomor penerbangan 955 tujuan Chicago itu aman. "Penumpang turun dari pesawat seperti biasa. Kami bekerja sama dengan penegak hukum dalam peninjauan mereka," tuturnya.
Pesawat kelima, sebut NBC, merupakan pesawat Korean Airlines tujuan San Francisco, AS. Belum ada tanggapan resmi dari pihak Biro Investigasi Federal (FBI) terkait ancaman ini. Padahal Otoritas Keamanan Transportasi (TSA) dan Otoritas Penerbangan Federal (FAA) menyatakan penyelidikan dilakukan oleh FBI. (Detikcom/d)