Kiev (SIB)- Ukraina timur kembali memanas. Lima tentara Ukraina tewas dalam pertempuran melawan para separatis pro-Rusia di wilayah konflik tersebut. Pertempuran itu disebut-sebut sebagai yang tersengit di Ukraina timur dalam beberapa bulan ini. Situasi saat ini masih tetap tegang.Juru bicara kepresidenan Ukraina, Yuri Biryukov melaporkan jumlah korban tewas tersebut di laman Facebook-nya seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (4/6). Disebutkan pula bahwa 39 tentara terluka dalam baku tembak di dekat kota Maryinka pada Rabu, 3 Juni waktu setempat. Kontak senjata terjadi ketika para pemberontak pro-Rusia melancarkan serangan untuk mencoba menguasai kota tersebut. Pertempuran ini terjadi di tengah gencatan senjata yang dicapai pada Februari lalu, setelah dimediasi oleh para pemimpin Ukraina, Rusia, Jerman dan Prancis.Sementara itu, pihak pemberontak pro-Rusia menyatakan, empat pejuangnya tewas dalam pertempuran melawan tentara Ukraina tersebut. Disebutkan bahwa 15 warga sipil juga menjadi korban jiwa dalam baku tembak itu. Namun hal ini tak bisa diverifikasi secara independen.Juru bicara militer Ukraina mengatakan, situasi di dekat Maryinka tetap tegang namun stabil pada Kamis pagi waktu setempat. "Pada tiga kesempatan, para separatis menggempur posisi-posisi kami sepanjang malam tadi. Saat ini, berlangsung operasi untuk menemukan kelompok-kelompok pemecah dan penyabotase itu," cetus juru bicara tersebut.Atas pertempuran sengit tersebut, pemerintah Rusia menyalahkan pemerintah Ukraina. "Kesepakatan gencatan senjata Minsk pada Februari lalu terus-menerus berada dalam ancaman karena aksi-aksi otoritas Kiev, yang mencoba lari dari kewajiban mereka untuk mendorong dialog langsung dengan Donbass," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Donbass merupakan sebutan untuk pemberontak pro-Rusia di wilayah Ukraina timur. (Detikcom/d)