Cegah Penyebaran Virus MERS, Ratusan Sekolah Ditutup

- Jumat, 05 Juni 2015 14:50 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/06/hariansib_-Cegah-Penyebaran-Virus-MERS--Ratusan-Sekolah-Ditutup.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/(AP Photo/Ahn Young-joon)
Turis China mengenakan maskar sebagai perlindungan terhadap virus MERS saat berkunjung ke Seoul, Kamis (4/6). Ratusan sekolah di Korsel diliburkan untuk mencegah penularan virus MERS yang sudah dua orang tewas dan 35 lainnya terjangkiti virus yang menyera
Seoul (SIB)- Ratusan sekolah di Korea Selatan diliburkan untuk mencegah penularan virus MERS yang mewabah untuk pertama kalinya di negara tersebut. Sejauh ini, sudah dua orang tewas dan 35 lainnya terjangkiti virus yang menyerang sistem pernafasan ini.Diberitakan New York Times, Menteri Pendidikan Korsel Hwang Yoo-Wea memutuskan untuk meliburkan 540 sekolah mulai Rabu (3/6) hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini mencerminkan kepanikan yang mulai muncul di kalangan masyarakat Korsel akan penyebaran virus mematikan tersebut.Masyarakat di kota-kota Korsel mulai mengenakan masker ketika berada di luar ruangan. Terminal kedatangan internasional di bandara juga mulai menerapkan pemeriksaan suhu tubuh untuk para penumpang, salah satunya di Bandara Internasional Incheon. Padahal WHO belum mengeluarkan anjuran untuk pemeriksaan di bandara.Banyak warga Korsel yang membatalkan kunjungan mereka ke rumah sakit karena takut tertular. Menurut sebagian orang, ketakutan ini muncul lantaran pemerintah tidak menyebutkan nama dan lokasi rumah sakit tempat para pasien MERS dirawat dan lebih dari 1.300 lainnya dikarantina.Penjualan cairan pembersih tangan meningkat di Korsel, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menjaga kebersihan sebagai salah satu tindakan pencegahan menangkal virus. Kementerian Pertahanan Korsel telah memerintahkan warga untuk menangguhkan wajib militer jika ada gejala-gejala MERS.Menurut pengamat, kepanikan yang muncul kali ini di Korsel adalah karena masyarakat tidak percaya pada pemerintah yang awalnya gagal mendiagnosa penderita MERS. "Ketakutan berakar dari rasa tidak percaya pada pemerintah dan apa yang mereka sampaikan," kata Yu Min-yeong, kepala Acase, perusahaan manajemen krisis di Seoul.WHO melaporkan, kasus MERS atau Sindrom Pernafasan Timur Tengah pertama kali muncul di Korsel pada 20 Mei lalu. Penular pertama adalah seorang pria berusia 68 tahun yang baru saja datang dari negara Timur Tengah sebelum kembali ke Korsel pada 4 Mei.Dia baru diuji MERS sepekan kemudian setelah sebelumnya tim medis di Korsel salah diagnosa. Penularan terjadi melalui orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien pertama ini. Putra pasien pertama ini yang juga mengidap MERS dilaporkan melanggar perintah karantina dan pergi ke Hong Kong dan China daratan. Saat ini dia berada di rumah sakit di China.  MERS kini telah menginfeksi 1.161 orang di seluruh dunia, sejumlah 436 berujung dengan kematian. Lebih dari 20 negara telah terkena dampak wabah itu, dengan sebagian besar kasus di Arab Saudi. (CNN Indonesia/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

13 Ruko di Medan Labuhan Terbakar

Luar Negeri

Jelang Ramadan 1447 H, PT Socfindo Aek Loba Berbagi Tali Asih kepada Warga Kurang Mampu di Desa Sengonsari

Luar Negeri

Sambut Ramadan 1447 H, Lapas Rantauprapat Bakti Sosial Bersihkan Pekarangan Masjid Raya Al-Ikhlas

Luar Negeri

15 Rumah Terendam Banjir di Aekkanopan

Luar Negeri

Mayat Pria Ditemukan di Jalan Bintang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Luar Negeri

Kepala LLDikti I Sebut Politeknik Unggul LP3M Taat Asas, Tepis Isu Kampus Tutup dan Fitnah Korupsi