Ribuan Warga Hong Kong Peringati Peristiwa Tiananmen

- Jumat, 05 Juni 2015 14:53 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/06/hariansib_-Ribuan-Warga-Hong-Kong-Peringati-Peristiwa-Tiananmen.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/ (AP Photo/Kin Cheung)
Dua wanita meletakkan karangan bunga untuk memperingati korban tewas insiden Lapangan Tiananmen, di Hong Kong, Kamis (4/6). Pemerintah China memperketat keamanan di sekitar Lapangan Tiananmen menjelang peringatan.
Hong Kong (ISB)- Puluhan ribu warga Hong Kong, Kamis (4/6), menghadiri peringatan tindakan keras pemerintah Beijing terhadap demonstran pro-demokrasi Tiananmen pada 1989 silam. Peringatan ini seakan merefleksikan terkekangnya demokrasi di kota Hong Kong saat ini.Suhu politik kembali meningkat menjelang pemilihan suara kepala pemerintahan Hong Kong yang akan digelar pada 17 Juni mendatang. Pasalnya, kandidat kepala pemerintahan kota itu telah dipilih oleh Beijing. Langkah ini dinilai tidak sejalan dengan semangat demokrasi dan hak pilih universal yang dijanjikan China kepada Hong Kong.Saat demonstrasi pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen meletus 26 tahun yang lalu, Beijing meluncurkan tindakan keras untuk membubarkan massa. Sejumlah tank dikirimkan untuk memecah barisan demonstran yang sebagian besar merupakan para siswa. Hingga saat ini, China tidak pernah merilis jumlah korban yang tewas. Namun, kelompok pemerhati HAM dan saksi mata memperkirakan jumlah korban dapat mencapai ratusan, bahkan ribuan.Menjelang peringatan, keamanan di sekitar Lapangan Tiananmen terlihat diperketat. Ratusan warga mengantre panjang dalam pemeriksaan tas oleh petugas keamanan. Seorang wanita paruh baya yang datang dengan membawa bunga mawar plastik diseret dari pos pemeriksaan oleh petugas keamanan. "Mengapa saya tidak boleh masuk? Kalian penjahat," teriak wanita tersebut sebelum diseret oleh tiga petugas kepolisian, dikutip dari Reuters, Kamis (4/6). Terlepas dari teriakan kesal sang wanita paruh baya itu, Lapangan Tiananmen terlihat tenang, dengan ratusan turis terlihat asyik mengambil gambar di bawah rerintikan hujan.Peristiwa pembantaian Tiananmen diperingati setiap tahun di Hong Kong, kota bekas jajahan Inggris yang kembali ke pemerintahan China pada 1997. Namun, peringatan pada tahun ini tak terlepas dari unjuk rasa pro-demokrasi yang dikenal dengan Occupy Central yang sempat memblokade jalan-jalan protokol dan pusat bisnis di Hong Kong selama berbulan-bulan pada tahun lalu."Occupy Central merupakan perjuangan yang sama bagi warga Hong Kong dalam skala lebih kecil," kata pejabat kota Hong Kong sekaligus penyelenggara peringatan Lee Cheuk-yan. "Kita tidak seharusnya membedakan perjuangan kita untuk demokrasi dari perjuangan rakyat China. Kita harus menyatukan keduanya dan berjuang bersama," kata Lee melanjutkan. Namun, tak seperti kerusuhan di Tiananmen, gerakan Occupy Central dibubarkan tanpa aksi kekerasan serius dari petugas kepolisian.Lee mengungkapkan nuansa peringatan juga akan tergambar jelas di Victoria Park yang terletak di sebelah pelabuhan Hong Kong. Sejumlah foto dan simbol aksi Hong Kong akan ditampilkan di atas panggung, dan akan terlihat dalam sejumlah T-shirt dan poster.Selain itu, kalung berbandul payung berwarna kuning tergantung di leher patung Dewi Demokrasi, yang menjulang tinggi sebagai pengingat kerusuhan Tiananmen. Payung berwarna kuning merupakan simbol demokrasi di Hong Kong, karena para aktivis menggunakan payung tersebut untuk menghalau semprotan merica dan gas air mata yang dilemparkan polisi.Hong Kong kembali ke pemerintahan China di bawah kesepakatan satu negara dua sistem pada 1997. Hanya di Hong Kong, peringatan kerusuhan Tiananmen dapat digelar. Sementara di China daratan, pembahasan soal kerusuhan ini saja dianggap tabu dan "kontra-revolusioner" oleh pemerintah Beijing. (CNN Indonesia/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

13 Ruko di Medan Labuhan Terbakar

Luar Negeri

Jelang Ramadan 1447 H, PT Socfindo Aek Loba Berbagi Tali Asih kepada Warga Kurang Mampu di Desa Sengonsari

Luar Negeri

Sambut Ramadan 1447 H, Lapas Rantauprapat Bakti Sosial Bersihkan Pekarangan Masjid Raya Al-Ikhlas

Luar Negeri

15 Rumah Terendam Banjir di Aekkanopan

Luar Negeri

Mayat Pria Ditemukan di Jalan Bintang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Luar Negeri

Kepala LLDikti I Sebut Politeknik Unggul LP3M Taat Asas, Tepis Isu Kampus Tutup dan Fitnah Korupsi